Mangantar Siregar, SH

KABAR BIREUEN – Selain kasus program bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Dinas Sosial, dalam press release di Aula Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen, Kamis (22/7/2021), juga disampaikan tentang perkembangan penanganan perkara Narkotika jenis sabu seberat 350 kg yang ditemukan dalam kapal di perairan Kecamatan Jeunieb pada Januari lalu.

Menurut Plt. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mangantar Siregar, SH, perkara tersebut telah dilimpahkan pihaknya ke Pengadilan Negeri (PN) Bireuen beberapa waktu lalu, untuk disidangkan.

“Beberapa terdakwa dari perkara itu, telah menjalani sidang perdana yaitu pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum,” ungkap Mangantar Siregar yang menggelar konferensi pers tersebut dengan wartawan, dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 Tahun 2021.

Disebutkannya, adapun yang menjadi terdakwa terkait perkara tersebut berjumlah 14 orang yaitu berinisial FA, SU, KR, IZ, SY, MR, SB, SYA, ES, KA, MA, MU, NU dan AS.

Menurut Mangantar, para terdakwa didakwakan dengan pasal 115, 114, 112, 132, Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP.

Ditegaskannya, Kejaksaan Negeri Bireuen menangani perkara ini dengan cermat dan teliti. Dengan begitu, para terdakwa akan mendapatkan hukuman sesuai dengan perbuatannya.

“Sehingga, akan menimbulkan efek jera bagi para pelaku dan menjadi contoh bagi sindikat Narkotika lainnya, agar Kabupaten Bireuen yang dijuluki kota santri, tidak berubah menjadi kota sabu,” harap Mangantar Siregar. (Herman Soesilo)