KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Tim Penggerak PKK (TP-PKK) mencanangkan target ambisius “Zero New Stunting” pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Ke-53 yang dirangkai dengan Gerakan Cegah Stunting, di halaman Pendopo Bireuen, Senin (4/8/2025).
Acara tersebut dibuka Wakil Bupati (Wabup) Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT. Diikuti lebih dari 900 peserta dari unsur Forkopimda, OPD, organisasi profesi, camat, kepala puskesmas, tokoh masyarakat, hingga kader PKK tingkat kecamatan dan gampong.
Peringatan HKG tahun ini mengusung tema nasional “Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas” yang menekankan peran sentral keluarga dalam pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wabup Bireuen mengungkapkan, Indonesia masih menghadapi tiga beban gizi balita: kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8%, wasting 7,4%, dan underweight 16,9%.

Sementara di Aceh, angka stunting masih cukup tinggi yaitu 28,6%, wasting 9,6%, dan underweight 23,7%. Di Bireuen, meskipun terjadi penurunan, angka wasting dan underweight masih melebihi target nasional.
“Masalah stunting bukan sekadar anak pendek, tapi berpotensi menurunkan kualitas SDM, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan memperparah kemiskinan. Karena itu, kita harus berkomitmen mencegah kasus baru,” ujar Razuardi.
Dia menekankan pentingnya peran keluarga dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung upaya penurunan stunting. Menurutnya, PKK memiliki posisi strategis karena langsung menyentuh keluarga melalui 10 program pokoknya.
Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah, S.K.M., M.K.M, menyampaikan, PKK merupakan gerakan pembangunan berbasis keluarga yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dia mengajak seluruh kader untuk menjadi agen perubahan dalam mencegah stunting.

“PKK hadir untuk memperkuat ketahanan keluarga. Lewat Posyandu, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), edukasi gizi, hingga pola asuh anak dan remaja, kita bergerak nyata untuk mencegah stunting,” ujarnya.
Sadriah menegaskan, momentum HKG PKK ini harus dimaknai sebagai tonggak semangat baru untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun keluarga yang sehat dan berdaya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr. Irwan, selaku ketua panitia pelaksana, memaparkan, Gerakan Cegah Stunting merupakan strategi jangka panjang untuk menurunkan angka stunting di daerah.
Menurut Irwan, data menunjukkan prevalensi stunting di Bireuen tahun 2024 berada di angka 27,1%, turun 5,8% dari tahun sebelumnya. Wasting menurun menjadi 14,7%, dan underweight turun menjadi 25,5%. Meski ada perbaikan, angka-angka tersebut masih jauh dari target 2025 yaitu 23,1% dan target jangka panjang 2045 sebesar 3,8%.

“Gerakan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kita butuh kampanye masif, edukasi gizi, serta penguatan layanan kesehatan dan sanitasi,” ujar Irwan.
Selain penandatanganan komitmen bersama Gerakan Cegah Stunting, peringatan HKG PKK Ke-53 juga diisi dengan talkshow, lomba balita sehat, lomba kreasi apron dan bantal menyusui bermotif khas Aceh Bungong Jeumpa.
Peringatan tersebut juga didukung Dinas Kesehatan serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Bireuen. Kegiatan Gerakan Cegah Stunting dibiayai melalui Dana DAK Non Fisik Tahun 2025, sementara peringatan HKG PKK ke-53 dibiayai melalui APBK Bireuen.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan bebas dari stunting menuju Indonesia Emas 2045. (Hermanto)












