KABAR BIREUEN – Saat ini proses serah terima alat pengembangan UMKM akibat dampak Covid-19 pada Program Wirausaha Pemula Aceh 2021, masih berlangsung.
Adanya berbagai komplain dari penerima bantuan, Dinas Koperasi dan UKM Aceh siap mengatasinya. Seperti masalah alat yang diberikan tidak sesuai, maka tidak perlu diterima, dan akan diganti. Begitu juga masalah ada item alat yang belum diberikan, akan dipenuhi.
Demikian kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Pembinaan Usaha Kecil (PUK) Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Doni Deiriadi yang ditemui Kabar Bireuen, Selasa (28/12/2021) di Banda Aceh.
Dijelaskan Doni, pihaknya mengakui bahwa dalam melaksanakan program bantuan alat ini, ada kelemahan dan kekurangan yang harus dibenahi, namun masyarakat tidak perlu khawatir.
“Kami sudah mendata berbagai keluhan dari penerima bantuan yang sudah masuk, sedang dipetakan karena permasalahan pengadaan alat terjadi pada tender terakhir. Untuk masyarakat yang masih mau menyampaikan komplain silakan datang ke dinas, kita siap untuk membuka komunikasi,” sebutnya.
Menurut Doni, kelemahan yang terjadi karena program ini menjelang akhir tahun, sehingga kontraktor tidak bisa kerja tepat waktu, juga jumlah penerima yang mencapai 1260 orang, sementara personil di lapangan kurang.
“Jadi inisiatif penyelesaian dari kami, alat yang tidak sesuai harus dikembalikan ke dinas, jangan dipaksa untuk dipakai daripada percuma. Kita simpan jadi persediaan kita. Masih ada dua ribu lagi UMKM cadangan yang memerlukan alat ini, nanti bisa diambil,” ujarnya.
Disebutkannya, pelaku UMKM yang mengembalikan alat karena tidak sesuai dengan yang diinginkan, akan diadakan lagi pada tahun 2022 depan. Jadi nanti akan diganti. (Wir)











