Sebagian menu jaman dulu yang tersedia di Jameun Kupie

KABAR BIREUEN – Prof. Dr. H. Apridar SE MSi dikukuhkan sebagai Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen. Pengukuhan itu berlangsung di Aula Utama Kampus UNIKI Bireuen, jalan Banda Aceh – Medan, Desa Blangblahdeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Sabtu (23/1/2021)

Hadir pada acara itu Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr H. Amiruddin Idris SE MSi, Ketua Yayasan Kebangsaan Bireuen, Hj. Nuryani Rachman SPd, Pj. Rektor UNIKI Bireuen, Drs Win Konadi MSi, Wakil Rektor III UNIKI Bireuen, Dr Azhari SE MSi Ak CA, Dekan Fakultas Ekonomi, Dr M Yusuf A Samad MM, para Kabag dan Kepala Prodi, Dosen serta Ormawa di lingkungan UNIKI.

Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan Bireuen, Dr H. Amiruddin Idris SE MSi ketika memberikan sambutan di awal acara itu mengatakan pengukuhan Profesor Apridar sebagai Rektor UNIKI Bireuen merupakan hasil Rapat Pleno 12 anggota Senat Universitas.

UNIKI Bireuen yang dikelola di bawah “bendera” Yayasan Kebangsaan Bireuen sejak dua tahun terakhir ini telah menjadi Universitas.

“Sampai saat ini memiliki 3.358 mahasiswa yang sebagian besar adalah mahasiswa penerima bantuan program bidikmisi,” sebut Amiruddin Idris.

Amiruddin Idris juga menyatakan, sangat mengapresiasi kehendak Senat Universitas dalam memilih dan mengukuhkan Profesor Apridar.

“Kami sangat paham tentang kualitas dan pengalaman beliau. Hemat kami Unimal yang terletak di Kota Lhokseumawe maju pesat di bawah kepemimpinan beliau. Saya yakin Profesor Apridar akan membawa UNIKI yang masih baru ini maju lebih cepat dari yang diharapkan, Insya Allah,” ujar Amiruddin Idris yang juga anggota DPRA Aceh.

Sementara Prof. Dr Apridar SE MSi setelah dikukuhkan sebagai Rektor UNIKI Bireuen turut menyampai kata sambutan.

Dalam acara itu mantan Rektor Universitas Malikussaleh Lhokseumawe itu mengatakan, Kampus Link and Match dengan moto “profesional, unggul, entrepreneurship dan Islami” sangat ditunggu kiprahnya oleh masyarakat Aceh.

“UNIKI Bireuen yang merupakan Perguruan Tinggi Swasta berlabelkan Islam, saya yakin akan cepat dikenal masyarakat, baik dari aspek pengembangan kampusnya dan program pendidikan yang ditawarkan. Tinggal tugas berat kita ke depan, adalah meningkatkan mutu, apalagi menyongsong pembelajaran kampus merdeka dan belajar merdeka ke depan ini,” jelas Apridar.

Sebut Prof. Apridar itu lagi, kita harus kembangkan dan hidupkan Syariat Islam dan semangat islam untuk mendukung visi misi Uniki.
“Ini karena pendiri UNIKI, telah menetapkan label Islam dalam nama Universitas ini,” tegas Apridar dengan menambakan itu semua dapat diperoleh dengan bekerjasama, baik di internal, maupun dengan pihak lainnya.

Diketahui Prof. Dr Apridar adalah Rektor kedua di UNIKI Bireuen menggantikan Dr Marwan Hamid MPd yang sudah habis masa periodenya.

Tentang Prof. Dr Apridar SE MSi memang sudah sangat akrab di kalangan UNIKI Bireuen karena telah ikut membina Program Pascasarjana S2 Magister Manajemen Universitas itu sejak tahun 2018. Apridar juga pengajar khusus untuk mata kuliah Ekonomi Mikro-Makro.

Apridar yang merupakan alumnus Program Doktor Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Unsyiah (USK) Banda Aceh, lahir di Kota 0Lhokseumawe pada 13 April 1967. Sepanjang karirnya dia juga menjabat aktif di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Lhokseumawe.

Juga telah menerbitkan 11 buku referensi tentang ekonomi dan Manajemen. Diantaranya adalah Ekonomi Internasional (2008), Teori Ekonomi (2010), Ekonomi Kelautan (2011), Daya Saing Ekspor Ikan Tuna Indonesia (2014) dan Ekonomi Peradaban (2015).(Rizanur)