KABAR BIREUEN– Pembangunan kios liar tanpa izin di beberapa ruas jalan dan lorong pertokoan dalam kota Bireuen semakin marak tanpa adanya pengawasan Dinas terakit membuat kota Bireuen semakin semraut.

Pantauan Kabar Bireuen, Minggu (14/6/2020), pembangunan kios liar yang sudah berlangsung lama di lorong pertokoan jalan Ramai hingga ke jalan Andalas, lorong belakang Super Maket Suzuya, selain sangat merusak tatanan kota dan penyempitan lorong tak dapat dilalui lagi oleh Armada Pemadam Kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran dalam kota Bireuen.

Selain itu di jalan masuk ke Pasar Sabtu samping bekas lapangan VOA yang sebelumnya sebagai lokasi parkir kenderaan roda empat kini sudah muncul pembangunan kios-kios liar baru selain mempersempit ruas jalan juga tidak ada lagi tempat karkir mobil bagi masyarakat yang berbelanja ke Pasar Sabtu lantaran sudah dipenuhi pembangunan kios liar.

Maraknya pembangunan kios liar di kota Bireuen terkesan dinas terkait Pemkab Bireuen tidak berperan sama sekali dalam melakukan pengawasan terhadap pembnagunan kios liar, sehingga masyarakat leluasa membangun kios-kios liar tanpa izin.

Jika terus dibiarkan begitu, Kota Bireuen yang dikenal sebagai kota Juang dalam mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia dimasa Agresi Belanda 1947-1948 nantinya akan menjadi Keude Klep kumuh untuk mencegah semrautnya Kota Juang Bireuen.

Masyarakat berharap Pemkab Bireuen menegur dinas terkait yang berwenang menertibkan kios-kios liar yang semakin marak bermunculan yang dapat merusak tatanan kota Bireuen. (H.AR Djuli).

BAGIKAN