KABAR BIREUEN-Jelang detik-detik pergantian tahun 2018, Minggu malam (31/12/2017), Tim Wilayatul Hisbah Satpol PP dan WH Kabupaten Bireuen melakukan patroli dan razia keliling kota Bireuen dan Peusangan memantau kondisi di lapangan, terutama saat detik-detik jelang pukul 00.00 WIB.
Dari hasil pantauan tersebut, tidak ada pesta kembang api, letusan mercon ataupun bunyi terompet dari warga Kabupaten Bireuen dalam menyambut detik-detik pergantian tahun 2018.
Patroli yang dipimpin langsung Kabid Wilayatul Hisbah (WH ) Satpol PP dan WH Bireuen, Chairullah Abed SE bersama anggotanya itu, mendatangi sejumlah tempat, yang menjadi pusat konsentrasi massa jelang detik-detik pergantian tahun.
Dalam patroli dan razia tersebut, WH dibagi 2 tim, dimana tim pertama melaksankan razia/patroli sementara tim WH lainnya bersama Reskrim Narkoba Polres Bireuen merazia narkoba.
Saat melakukan razia narkoba di salah satu warnet di Bireuen, katanya, didapati ada penjual narkoba yang kemudian diamankan pihak kepolisian.
“Sementara hasil pantauan kita pada jelang pergantian tahun, di jantung kota Bireuen dan sejumlah sudut kota lainya, seperti Kota Matangglumpangdua, Peusangan dan lainnya terlihat seperti layaknya malam-malam biasa. Tidak terlihat konsentrasi massa dan jalanan pun terlihat lancar. Wargapun sangat nyaman melewati sejumlah ruas Jalan Lintas Nasional Banda Aceh – Medan juga tidak macet,” sebut Chairullah Abed kepada Kabar Bireuen, Senin (01/01/2018) .
Pada patroli tersebut, pihaknya juga melakukan penertiban Karaoke di Matangglumpangdua, Peusangan.
Dikatakan pria yang akrab dipanggil Chaidir Abed itu, warga Bireuen sudah sangat paham jika perayaan tahun baru Masehi dengan pesta kembang api dan tiupan terompet bukanlah budaya orang Aceh yang menjalankan Syariat Islam.
Atas kondisi ini, Komandan WH tersebut menyampaikan apresiasi tinggi dan terimakasih kepada warga seputaran Bireuen yang bebas dari perayaan tahun baru.
Ini, katanya, tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran warga dan memahami bahwa perayaan tahun baru dengan aksi hura-hura merupakan budaya yang tidak sesuai dengan Syariat Islam.
“Terimakasih dan apresiasi kepada warga , inilah yang kita harapkan dari daerah yang menerapkan Syariat Islam. Masyarakat sudah sangat mengerti dengan tidak merayakan tahun baru,” ucap Chaidir.
Tak lupa, mantan Komandan Satpol PP tersebut juga mengapresiasi para petugas, baik anggota WH dan , POM. Kepolisian, TNI, Ormas dan juga media yang telah berpartisipasi dan ikut mensosialisasikan Seruan Bersama Forkopimda Bireuen yang telah dikeluarkan sebelumnya. (Ihkwati)











