Minggu, 17 Mei 2026

Pasien Membludak, RSUD dr Fauziah Bireuen Kekurangan Sarana dan Prasarana

KABAR BIREUEN, Bireuen – Sejak awal Januari 2024, pasien yang berobat ke RSUD dr Fauziah Bireuen terus meningkat dan puncak kunjungan terjadi tiga bulan terakhir.

Demikian disampaikan Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS kepada Kabar Bireuen melalui pesan WhatsApp, Kamis (25/7/2024).

“Jumlah pasien tiga bulan terakhir terus meningkat, sehingga tidak cukup lagi tempat tidur untuk rawat inap. Rasio pasien dengan jumlah tempat tidur tidak sebanding. Saat ini hanya 256 tempat tidur tersedia, dan tidak boleh ditambah apabila tidak bertambah ruangan,” jelas dr Mukhtar.

RSUD dr Fauziah, sebut Abi-sapaan dr Mukhtar-tidak hanya melayani pasien dari Kabupaten Bireuen. Tetapi, juga menerima pasien rujukan dari Pidie Jaya, Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara dan Aceh Timur.

“Begitu juga dengan pasien rawat jalan. Kadang-kadang pasien rawat jalan dalam satu hari mencapai 600 orang. Hal ini yang membuat orang berdesak-desakan di rumah sakit,” paparnya.

Untuk itu, Abi mengimbau kepada pasien rawat jalan dan rawat inap, cukup ditemani satu orang saja anggota keluarga.

“Untuk menghindari tidak berdesak-desakan, setiap pasien cukup ditemani satu orang anggota keluarga saja, dan mengutamakan tempat duduk di ruang tunggu rawat jalan bagi pasien. Demikian juga pasien rawat inap, cukup ditemani satu orang saja,” sarannya.

Dia juga memastikan, di RSUD dr Fauziah tidak ada kamar rawat inap yang dikhususkan kepada pejabat.

“Tidak ada kamar rawat inap yang kami simpan khusus untuk pejabat atau orang-orang tertentu. Semua pasien yang berobat ke RSUD dr Fauziah Bireuen kami perlakukan dan layani sama. Siapa pun itu,” tegasnya.

Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen, dr Mukhtar MARS. (Foto: Rizanur/Kabar Bireuen)

Menurut Abi, manajemen RSUD dr Fauziah sedang merencanakan pengembangan sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan operasional.

“Kami terus berupaya mencari sumber pendanaan, baik dari Pemerintah Provinsi Aceh maupun dari Pemerintah Pusat untuk peningkatan sarana dan prasarana, seperti kamar operasi, gedung rawat inap, dan gedung perkantoran,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Abi, untuk perkantoran RS masih ada bangunan status sewa. Begitu juga gudang untuk menyimpan barang, harus sewa di luar RS.

“Karena butuh biaya besar untuk membangun gedung sesuai kebutuhan, kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif. Dan anggarannya sedang kami upayakan dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, semoga ada yang terealisasi. Karena gedung rawat inap sangat mendesak,” terang Abi.

Karena luas lahan terbatas, kata dia, konsep pembangunan nanti gedungnya beberapa lantai. Dengan demikian, semua akan nyaman.

“Pegawai nyaman, pasien pun harus nyaman,” imbuhnya.

Menurut Abi, Pj Bupati Bireuen Aulia Sofyan sangat mendukung pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Bireuen itu.

“Tahun ini sudah mulai dibangun gedung Cathlab dan gedung Cytotoxid untuk penanganan pasien jantung dan kanker,” pungkasnya. (Rizanur)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Lantik Pengurus Tastafi, Abu Mudi Serukan Penguatan Ahlussunnah wal Jamaah

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Ribuan jemaah memadati Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (15/5/2026) malam, saat ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Syech Hasanoel...

SSB Bijeh Mata Bireuen Juara Sumbagut, Tim U-10 dan U-12 Raih Tiket ke Tingkat...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, sukses mengharumkan nama Aceh, setelah tim usia...

Saat Regulasi Plastik Jalan Sendiri, Tanpa Ekosistem

0
Oleh: Galuh Rachman Yudhistira Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta Rachmanyudhistira40@gmail.com SETIAP hari, ratusan ribu kantong plastik berakhir di tempat pembuangan sampah. Bukan karena masyarakatnya tidak tahu bahaya plastik....

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

KABAR POPULER

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

SSB Bijeh Mata Bireuen Juara Sumbagut, Tim U-10 dan U-12 Raih Tiket ke Tingkat...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata Cot Rabo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, sukses mengharumkan nama Aceh, setelah tim usia...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Saat Regulasi Plastik Jalan Sendiri, Tanpa Ekosistem

0
Oleh: Galuh Rachman Yudhistira Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta Rachmanyudhistira40@gmail.com SETIAP hari, ratusan ribu kantong plastik berakhir di tempat pembuangan sampah. Bukan karena masyarakatnya tidak tahu bahaya plastik....

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan...