Murtala Divonis 19 Tahun Penjara dan Harta Bendanya Dirampas untuk Negara

KABAR BIREUEN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bireuen memutuskan hukuman penjara selama 19 tahun terhadap Murtala Bin Ilyas (33), terdakwa Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Jumat (28/7/2017).

Majelis Hakim yang diketuai M. Fauzi, SH., MH, dengan hakim anggota, Maulana Rifai, SH, M.Hum dan Rahma Novatiana, SH, dalam amar putusannya menyebutkan, terdakwa Murtala Bin Ilyas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (UU PPTPPU).

“Karena itu, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Murtala Bin Ilyas dengan pidana penjara selama 19 tahun, serta denda sebesar Rp5 miliar. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” sebut Ketua Majelis Hakim, M. Fauzi, SH., MH.

Selain itu, majelis hakim juga menetapkan barang bukti uang yang total jumlahnya sebanyak Rp144.481.500.000, dirampas untuk negara. Begitu juga sejumlah harta benda bergerak dan tidak bergerak milik terdakwa, disita untuk negara.

Ditanyai Ketua Majelis Hakim terhadap putusan hukum tersebut, terdakwa Murtala menyatakan, pikir-pikir dulu. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Edwardo, SH., MH, menyatakan, akan menempuh upaya hukum selanjutnya. Alasannya, karena putusan tersebut tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dipidana penjara selama 20 tahun.

Dalam persidangan terakhir tersebut, Murtala didampingi kuasa hukumnya, M. Syafi’i Saragih, SH dan Anwar MD, SH. Dari pihak keluarga terdakwa juga tampak hadir istrinya, Atika dan sanak familinya yang lain.

Jalannya persidangan kasus yang sangat menghebohkan itu, berlangsung aman. Dengan pengawalan ketat aparat polisi dari Polres Bireuen dan juga dibantu aparat TNI dari Yonif 113/JS.

Murtala ditangkap pada 19 November 2016 di Medan, saat akan berangkat ke Malaysia. Menurut Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Arman Depari, Murtala ditangkap karena diduga kuat menerima uang hasil penjualan narkotika melalui transfer antar bank dari para pembeli narkotika yang sedang mendekam di sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yaitu Darkasih, M. Irsan dan Samsul Bahri.

“Kasus TPPU tersebut dilakukan oleh tersangka Murtala yang terkait dengan jaringan M. Nasir dan Abdullah yang diduga kuat melakukan pencucian uang hasil kejahatan narkoba,” jelas Arman Depari kepada wartawan di Jakarta beberapa waktu lalu. (Suryadi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Usulan HRD Berbuah Hasil, Jalan Wer Lah–Simpang Lancang Bener Meriah Masuk Prioritas IJD 2026

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Perjuangan Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan M. Daud (HRD), untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh...

Tingkatkan Sinergitas, Kepala KUA, Penghulu, dan Penyuluh Agama Bireuen Gelar Rakor

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bireuen secara berkala menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk meningkatkan sinergisitas antara Kepala KUA, penghulu dan...

Luncurkan Qanun Ketertiban Hewan Ternak di Tambue, Bupati Bireuen Harap Jadi Percontohan bagi Kemukiman...

0
KABAR BIREUEN, Simpang Mamplam – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., secara resmi meluncurkan Qanun Kemukiman Tambue Nomor I Tahun 2026 tentang Ketertiban Hewan Ternak...

UNIKI Perkenalkan Teknologi Pertanian Modern di Pasar Tani Bireuen, Diapresiasi Bupati Mukhlis

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (FAPERTA) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkenalkan berbagai inovasi dan teknologi pertanian modern kepada masyarakat...

Pembangunan 31 Unit Huntap di Bivak Dimulai, Ditandai Peletakan Batu Pertama

0
KABAR BIREUEN, Juli–Pembangunan 31 unit hunian tetap (huntap) secara terpusat (komunal) bagi warga terdampak bencana banjir di kawasan Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan...

KABAR POPULER

Bupati Mukhlis Sambut Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga, Minta Tinggalkan Jejak Pengabdian bagi Masyarakat...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, ST, secara resmi menerima 20 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga...

Bupati Bireuen Terima 617 Mahasiswa USK Jalani KKN di 90 Gampong, Didorong Percepat Pemulihan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Sebanyak 617 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh resmi memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXIX dan KKN...

Inspektorat Bireuen: Dugaan Pungli Mutasi Kepala UPTD KB Tidak Terbukti

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Inspektorat menyatakan, dugaan pengutipan uang dalam proses mutasi Kepala UPTD Keluarga Berencana (KB) di lingkungan Dinas...

Roadshow Pasar Tani Aceh 2026, Bupati Bireuen: Ruang Promosi dan Pemasaran Produk Pertanian

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh didukung Pemerintah Kabupaten Bireuen melaksanakan Roadshow Pasar Tani Aceh 2026, di Kabupaten Bireuen, Kegiatan yang dihadiri...

Pembangunan 31 Unit Huntap di Bivak Dimulai, Ditandai Peletakan Batu Pertama

0
KABAR BIREUEN, Juli–Pembangunan 31 unit hunian tetap (huntap) secara terpusat (komunal) bagi warga terdampak bencana banjir di kawasan Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan...