ilustrasi pengumuman masker kosong di apotik

KABAR BIREUEN- Masyarakat Kabupaten Bireuen mulai cemas, karena untuk memperoleh masker alat pelindung diri pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) sudah langka di Bireuen

Pantauan Kabar Bireuen di seluruh apotek dan toko obat di Bireuen sejak merebaknya penyakit Virus Corona atau penyakit tauen ija brok istilah di Aceh, persediaan masker alat pelindung diri di apotik dan toko obat di kota Bireuen sudah langka.

Bahkan ada apotik di kota Bireuen menempelkan pengumunan “Maaf persediaan Masker kosong”.

Salah satu pegawai apotek di Bireuen dalam keterangannya kepada Kabar Bireuen menyebutkn, sebelumnya harga masker di apotiki dijual Rp 2.000  per lembar, tapi sekarang barangnya sudah habis.

Sejak merebaknya virus corona berikut menyusulnya himbauan Plt Gubernur Aceh dan Plt Bupati Bireuen agar segenap masyarakat harus waspada melindungi diri memakai masker untuk pecegahan penyebaran virus corona, masyarakat hanya sebagian kecil yang sudah memakai masker pelindung diri.

Sedangkan sebagaian besar ketika datang ke apotik untuk membeli masker barangnya sudah habis.

Petugas kesehatan UPTD Puskesmas Kota Juang yang  betugas di Posko Kebakaran Desa Pulo Ara dikonfirmasi Kabar Bireuen Rabu pagi (25/3/2020) tidak pakai masker, hanya menutupi hidung dan mulut dengan kain selendang hitam.

Para korban kebakaran Pulo Ara sebanyak 19 KK (65 jiwa) yang masih mengungsi di tenda darurat dan para panitia di Posko juga tidak dibekali masker.

Persediaan masker di Dinas Kesehatan masih sangat minim tidak cukup untuk dibagikan kepada petugas Kesehatan di 28 Puskesmas maupun korban dan panitia kebakaran Pulo Ara.

Plt Kadinkes dr Irwan A Gani yang dikonfirmasi Kabar Bireuen beberap hari lalu mengatakan, pihaknya sudah meminta Alat Pelindung Diri (APD) termasuk masker untuk petugas 28 Puskesmas dalam menangani pasien yang terjangkit virus corona.

Hingga Selasa 24 Maret 2020 di wilayah 28 Pukesmas belum ada masyarakat yang terjangkit virus corona, namun persedian alat pelindung diri bagi petugas kesehatan juga belum ada agar dapat segera terpenuhi, sehingga dapat menangani  masyarakat yang terjangkit virus corona.

Petugas kesehatan tidak bisa menolak jika sewantu-waktu ada masyarakat yang terjangkit virus corona, tetapi kalau APD petugas kesehatan tidak ada, akan berakibat fatal bagi petugas kesehatan sendiri. (H.AR Djuli).

.

BAGIKAN