KABAR BIREUEN – Mahyudi Abdullah (pedagang emas) terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pedagang Ibukota Gandapura (Aspiga) Kabupaten Bireuen.

Pemilihan tersebut dilaksanakan, Kamis (7/1/2021) di pelataran pertokoan Keude Geurugok, Kecamatan Gandapura, yang dihadiri Anggota DPRK Bireuen, Ismail Adam, Camat Gandapura, Danramil, Kapolsek, tokoh masyarakat dan sejumlah pedagang.

Ismail Adam, Anggota DPRK Bireuen Daerah Pemilihan III (Kecamatan Gandapura, Makmur, Kutablang) yang turut menghadiri acara pemilihan pengurus Aspiga, kepada Kabar Bireuen, Senin (11/1/2021) mengatakan, pemilihan ketua asosiasi pedagang tersebut berlangsung tertib dan dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan.

Jelasnya, petugas pemungutan suara didampingi aparat keamanan mendatangi pedagang satu persatu ke toko atau tempat usahanya.

“Saat pemilihan, pedagang tidak semuanya hadir ke tempat pemungutan suara, agar dapat menghindari kerumunan massa. Sistim pemungutan suara dilakukan dengan mendatangi pedagang ke toko masing masing,” kata Ismail Adam.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, jumlah pedagang yang memberikan suara untuk pemilihan pengurus Aspiga sebanyak 214.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 suara diraih oleh saudara Mahyudi Abdullah dan menjadi ketua terpilih,” imbuhnya.

Pada acara pemilihan tersebut, Camat Gandapura, Mirza Fahmi SSTP yang turut memberikan sambutan, mengatakan, Gandapura adalah gerbang Kabupaten Bireuen di sebelah timur.

Untuk itu, mantan Camat Kuala ini berharap kepada pedagang agar memberikan kesan baik kepada siapa saja yang berkunjung ke Gandapura.

“Pedagang harus memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung atau pembeli, agar dapat mengangkat citra daerah,” sebutnya.

Lebih lanjut Camat Mirza mengingatkan pedagang agar selalu menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan pertokoan atau pasar.

Kemudian ia berharap, jika ada permasalahan apapun yang dihadapi pedagang agar dapat diselesaikan dengan musyawarah.

“Kantor camat adalah milik masyarakat. Jadi, kalau ada permasalahan atau perselisihan dapat dimusyawarahkan. Di sini sama sama kita cari solusi,” pungkas Mirza Fahmi.(Rizanur).