KABAR BIREUEN-Emergency Respond Kami Peduli Bireuen (KPB) bergerak cepat setelah mendapatkan informasi  ada warga yang terbaring sakit, tak bisa berjalan, tubuhnya dipenuhi luka dan membutuhkan bantuan.

Koordinator KPB, Deni Putra SE, MM bersama sejumlah relawan dan ditermani Keuchik Gampong setempat, Taufik Rahadian serta Sekdes Iwan Rahadian dan sejumlah warga langsung mengunjungi kediaman Muzikar (28) di Gampong Juli Tgk Dilampoh, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Jumat (23/8/2019).

Menurut penuturan Sekdes, Iwan Rahadian, keluarga tersebut tergolong keluarga tak mampu dan memang membutuhkan bantuan kasur khusus karena sudah tak bisa lagi bergerak  serta obat-obatan untuk membersihkan luka-lukanya.

Karena itulah, saat berkunjung, Tim Emergency Respond  KBP langsung membawa keperluan yang dibutuhan Muzikar seperti Pampers, perban, pembersihan luka, minyak zaitun, kapas, kasa, plaster, serta masker.

Selain itu, juga membawa bantuan kasur decubitus, yaitu kasur atau matras,yang biasa di pakaisebagai alas tidur yang berfungsi sebagai pencegah dan membantu menyembuhkan luka atau borok,yang diakibatkan berbaring lama. Pasien yang selalu berbaring di tempat tidur akan mengalami luka lecet dan luka di tubuhnya.

Kesempatan tersebut, Koordinator KPB juga menyerahkan uang tunai untuk kebutuhan Muzikar dan keluarganya.

“Apa yang kita lakukan ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada sesama yag sedang sakit dan membutuhkan, semoga bantuan ini berkah dan terima kasih kepada sejumlah donatur dan juga perangkat Gampong Juli Tgk Dilampoh. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga dan Muzikar diberi kesembuhan ,” sebut Deni.

Sementara itu, orang tua Muzikar, Munir dan Kartini mengucapkan teria kasih khususnya kepada tim KPB serta  perangkat gampong atas kunjungan dan bantuan yang diberikan untuk anaknya.

Menurut penuturan ibunya, Kartini, anaknya tersebut sebelumnya sempat didiagnosa menderita batu empedu, tapi setelah dioperasi tak juga sembuh dan telah dibawa ke beberapa rumah sakit baik di Bireuen maupun Banda Aceh.

Karena itu, saat tim KPB berinisiatif membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pengibatan dan perawatan, keluarga menyebutkan lebih baik Muzikar dirawat di rumah saja.

“Terakhir saat dibawa ke Banda Aceh dan hasil MRI, menurut dokter, Muzikar mengalami saraf terjepit, karena tak bisa bangun dan hanya tidur saja, kemudian terjadi luka di beberapa bagian tubuhnya,” sebutnya terisak.(Ihkwati)

 

 

  

BAGIKAN