KABAR BIREUEN– Komunitas Kami Peduli Bireuen (KPB) mendapatkan pinjaman kendaraan roda empat dari Dinar Khalifah yang diserahkan CEOnya Gita Rahmad kepada Koordinator KPB, Bripka Deni Putra SE,MM.

Mobil jenis Grand Max tersebut diserahkan Sabtu siang (31/8/2019) di halaman parkir Canopy Cafe Bireuen.

Pada kesempatan itu, KPB memberikan piagam penghargaan kepada CEO Dinar Khalifah, Gita Rahmad sebagai bentuk apresiasi atas kerjasama dan bantuan yang diberikan melalui KPB untuk membantu kaum dhuafa, lansia dan disabilitas yang ada di Kabupaten Bireuen.

Koordinator KPB Deni Putra mengucapkan syukur dan terima kasih kepada CEO dan Dinar Khalifah yang begitu peduli membantu memberikan pinjaman mobil tersebut untuk operasional KPB.

“Alhamdulillah mimpi jadi kenyataan, Kami Peduli Bireuen mendapat pinjaman kenderaan roda empat dari Dinar khalifah. Semoga dapat kami manfaatkan untuk kepentingan masyarakat terutama kaum dhuafa, lansia dan disabilitas yang ada di Kabupaten Bireuen,” sebutnya.

Ditambahkan Deni, pihaknya beberapa waktu lalu pernah mengutarakan jika membutuhkan mobil operasional untuk membantu kegiatan dan aktivitas KPB dalam membantu dhuafa, lansia dan disabilitas.

Ternyata, apa yang disampaikannya mendapat sambutan yang luar biasa dari Gita Rahmad dan saat itu berkomitmen  akan membantu mobil operasional untuk KPB.

“Dan hari ini, beliau langsung menyerahkan pinjaman mobil tersebut. Kami sangat terharu dan bersyukur ada yang beliau lakukan, begitu peduli dan membantu sesama,” ungkapnya.

Mobil ini, kata Deni lagi, akan dimanfaatkan untuk mengangkut material saat pembangunan rumah, membawa orang sakit dan untuk aktivitas sosial lainnya.

Selama ini untuk kegiatan tersebut, dia menggunakan mobil pribadinya yang menjadi mobil emergency respon KPB untuk kendaraan operasional.

Sementara itu, CEO  Dinar Khalifah, Gita Rahmad mengharapkan bantuan mobil operasional tersebut semoga dapat bermanfaat dan membantu duafa, lansia serta disabilitas.

Dinar Khalifah merupakan suatu bisnis berbasis sistem keuangan syariah mudharabah yang berkantor di Banda Aceh. (Ihkwati)

BAGIKAN