KABAR BIREUEN,Bireuen– Ratusan masyarakat Bireuen korban banjir dan tanah longsor Bireuen dari sejumlah gampong bersama Koalisi Gerakan Sipil Bireuen menggelar demo di Kantor Pusat pemerintahan Bireuen, Senin (16/3/2026).
Aksi unjuk rasa korban banjir yang dikoordiir Halimah dari Sekolah Anti Korupsi (SAK) tersebut bertujuan untuk mendesak pemerintah untuk mememenuhi hak-hak
Korban banjir yang belum terpenuhi.
Para pendemo membawa spanduk, poster berisi kecaman dan tuntutan.
Dalam orasinya seorang korban banjir Suratinnur, Gampong Kapa, Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen sambil berurai air mata menceritakan kepedihan mereka sebagai korban banjir selama hampir empat bulan.
“Kami ini sudah trauma sebagai korban banjir, janganlah hak-hak kami juga diabaikan untuk mendapatkan rumah hunian, baik huntara, huntap maupun santunan lainnya,” ujarnya menangis.

Disebutkannya, dia lebih nyaman tinggal di tenda di halaman kantor Bupati Bireurn ada pohon yang teduh, jadi sejuk. Tidak panas seperti di kampung panas.
“Nyan neupeugah neusewa rumoh ke kamo, ternyata panti jompo neujok. Itu kan tempat untuk orang tua,” katanya tersedu.
Dia mengatakan akan tetap tinggal di tenda pengungsian sampai tuntutan mereka dipenuhi Pemkab Bireuen.
Para pendemo ditemui oleh Pj Sekda Bireuen, Hanafiah, Asisten I Mulyadi, Assisten II, Mawardi, kepala Bappeda Bireuen, Dailami, Kadis Perkim, Fadhli.
Aksi tersebut dikawal puluhan aparat keamanan dari Polres Bireuen. (Ihkwati)











