KABAR BIREUEN-Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Bireuen, gelar Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bireuen.

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Bireuen Mursyid SP, di Ruang MPTGR Inspektorat Kabupaten Bireuen. Kamis 31 Oktober 2019 pagi.

Panitia pelaksana, Zaldi. AP, S.Sos melaporkan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini, adalah agar terciptanya kerukunan antar umat beragama dalam upaya membangun, memelihara dan memberdayakan umat beragama di Kabupaten Bireuen.

Tugas FKUB ini adalah selain melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat juga menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat.

Kemudian, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan Bupati.

Melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan dibidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat

Memberi rekomendasi secara tertulis terhadap permohonan pendirian rumah ibadah.

“Peserta yang mengikuti tapat ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari 8 orang Dewan Penasehat FKUB dan 17 orang anggota FKUB,” sebut Zaldi.

Sebelumnya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Mursyid SP, dalam sambutannya menyampaikan, umat beragama sebagai salah satu komponen bangsa berusaha memelihara identitas dan memperjuangkan aspirasinya, mereka dituntut untuk memberi andil dalam rangka memelihara kerukunan dan keutuhan bangsa.

Menurutnya, perbedaan agama dan kepercayaan sering kali dijadikan alat pemecah persatuan dan kerukunan umat oleh kelompok-kelompok tertentu atau bahkan untuk berhadapan dengan kebijakan pemerintah, hal ini dimungkinkan karena kelompok-kelompok tersebut sering lupa dengan makna dan hakikat dari Bhineka Tunggal Ika yang melekat pada lambang negara kita.

“Melalui Rapat FKUB ini sebagai mitra terdepan pemerintah dalam membangun kerukunan umat bergama di Kabupaten Bireuen, dengan tujuan memelihara dan mengembangkan kerukunan umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” sebutnya.

Diharapkan, Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Bireuen merupakan perwujudan pertahanan kedaulatan Indonesia dalam rangka terbinanya suasana yang kondusif antar umat beragama yang didukung oleh adanya kerjasama yang harmonis antar masyarakat yang adil dan makmur. (Herman Suesilo).

BAGIKAN