KABAR BIREUEN– Ketua Presidium Forum Komunikasi Pemuda Mahasiswa Bireuen (Forkopmabir) DKI Jakarta, Agussalim berharap wacana kegiatan kenduri Kebangsaan yang akan berlangsung Sabtu besok, 22 Februari 2020 di sekolah Sukma Bangsa Bireuen.

Hal tersebut disampaikan Agussalim atau yang akrap disapa Agsal, kepada Kabar Bireuen, Jum’at (21/02/2019), mengingat kegiatan besar yang digagas oleh Yayasan Sukma dan Forum Bersama (FORBES) Anggota DPR RI dan DPD RI dapil Aceh merupakan sebuah wacana yang didalamnya membahas tentang beberapa hal.

Dikutip dalam beberapa media, sebutnya, tujuan utama kegiatan itu diantaranya, membangun kembali semangat keacehan, keislaman, dan keindonesiaan. selanjutnya,  mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keacehan sebagai suatu warna dan kekayaan Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan.

“Ini menjadi momentum bagi anak muda Aceh ikut andil untuk memberikan kontribusi berupa gagasan besar mengingat acara tersebut akan dihadiri langsung oleh Presiden RI. Ir. H. Joko Widodo. Mengingat kondisi bonus demografi hari ini, kita berharap nantinya ada poin yang disampaikan dalam wacana tersebut kemudian mampu bersinergi dengan visi misinya Pemerintah RI SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 dan berdampak langsung bagi generasi muda Aceh saat ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, dia juga menambahkan, jika kita melihat kondisi generasi muda Aceh yang sekarang ini masih dalam dilematis dikarenakan minimnya lapangan kerja, sehingga angka pengangguran yang lumayan tinggi di Aceh juga dipegang oleh rata-rata kaum generasi muda.

“Bayangkan dalam setahun berapa banyak jumlah lulusan sarjana yang diproduksi oleh setiap perguruan tinggi yang tersebar di Provinsi Aceh. Hampir rata-rata anak muda setelah menjadi sarjana malah kebanyakan menganggur, belum lagi yang lulusan SMK. Hal itu tak terlepas dari faktor yang menandakan minimnya kesempatan dan ketersediaan lapangan kerja bagi generasi muda di usia produktif hari ini,” ungkapnya.

Tentunya hal tersebut menandakan dari sisi pembangunan SDM produktif Aceh saat ini masih berada dalam keadaan sedang tidak baik-baik saja. Maka untuk dapat keluar dari kondisi tersebut sudah semestinya butuh kerjasama yang baik dalam segala lini sektor.

Dia berharap dengan adanya gagasan wacana besar tersebut akan mampu mempersatukan masyarakat Aceh.

“Tentunya kami dari kawula muda berharap Generasi Aceh kedepan terutama kaum muda bisa lebih produktif dan mendapatkan pekerjaan yang layak dengan adanya ketersediaan ruang dan kesempatan untuk bersaing dan terlibat aktif dalam segala bidang terutama peningkatan kapasitas SDM usia produktif di era bonus demografi saat ini,” sebutnya. (Ihkwati)

BAGIKAN