Jubir Pemkab Bireuen: Pemerintah Telah Cari Solusi untuk Pengungsi di Kantor Bupati

KABAR BIREUEN,Bireuen-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen telah mencoba mencarikan solusi terbaik untuk sementara waktu terhadap para pengungsi yang membangun tenda di kompleks Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.

Hal disampaikan Juru Bicara (Jubir) Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, Selasa (17/3/2026).

Dikatakannya, sejak hari pertama beberapa Kepala Keluarga (KK) penyintas bencana membangun tenda di sana, Bupati Bireuen pada tanggal 13 Maret 2026, langsung menjumpai mereka.

“Ketika Bupati datang, perwakilan para penyintas menyampaikan isi hati dan aspirasinya. Pada dialog dari hati ke hati di mushala Kantor Pusat Pemkab Bireuen, mereka mempertanyakan kepastian pembangunan hunian tetap dan meminta Bupati memberikan solusi sementara, karena mereka sudah lelah hidup di bawah tenda,” katanya.

Disebutkannya, meskipun sebagian pengungsi itu telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH), Bupati tetap menyamaratakan. Semuanya akan dicarikan hunian sementara yang nyaman.

Perihal kepastian kapan Pemerintah akan membangun huntap, Bupati tidak dapat memberikan kepastian. Karena pembangunan itu berada di bawah kewenangan BNPB dan kementerian lainnya.

Jelang sahur, tambahnya lagi, mereka sepakat menerima tawaran Bupati, menempati hunian layak sebagai tempat tinggal sementara.

Setelah kesepakatan tersebut tercapai, Bupati dan para pengungsi pun santap sahur bersama.

Muhajir menjelaskan, setelah santap sahur, Bupati pulang. Ia memerintahkan Pj Sekda Bireuen Hanafiah, mencarikan hunian yang layak untuk pengungsi tersebut. Hunian itu harus tersedia kamar per KK, tersedia kamar mandi, tersedia dapur dan peralatannya. Juga tersedianya logistik pangan dan kebutuhan dasar lainnya.

“Akan tetapi pada pagi harinya, melalui sebuah video, seorang perwakilan penyintas bencana, menyampaikan menolak solusi yang diberikan oleh Bupati. Atas nama solidaritas, mereka tetap akan bertahan di tenda hingga Bupati memberikan kepastian kapan huntap dibangun,” ungkapnya.

Ketika dijemput oleh Pj Sekda Bireuen pada sore hari, sikap mereka tidak berubah. Mereka menolak dipindahkan ke tempat lebih layak.

Adapun pada Senin, 16 Maret 2026, para Pengungsi yang berjumlah puluhan jiwa, bersama dengan sejumlah elemen sipil menggelar unjuk rasa di depan kantor bupati.

Pada hari yang sama, Bupati Bireuen sedang berada di Banda Aceh dalam urusan dinas yang tidak bisa diwakilkan kepada orang lain.

Para demonstran menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk kepastian kapan akan dibangunnya huntap dan status mereka sebagai korban bencana alam.

Pertemuan Bupati Bireuen H Mukhlis dengan Pengungsi yang mendirikan tenda di Kantor Bupati, Jum’at, 13 Maret 2026. (Foto: Dok Prokopim Bireuen)

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menyampaikan bahwa Bupati tidak memperdulikan mereka. Mereka mengatakan Bupati tidak pernah menjenguk pengungsi di tenda tersebut.

Saat melayani aspirasi para pengunjuk rasa, Pemkab Bireuen melalui Asisten II Setdakab Bireuen Mawardi, S.STP.,M.Si, memberikan keterangan bahwa Pemerintah tetap memberikan perhatian kepada para pengungsi.

Perihal ketidakhadiran Bupati pada hari tersebut, karena sang kepala daerah sedang berada di Banda Aceh, melaksanakan tugasnya yang tidak bisa diwakili oleh pejabat lain.

“Terkait tuntutan pendemo yang meminta kepastian kapan huntap dibangun, Mawardi menjawab bila pemkab juga tidak bisa menjawab kapan. Karena seluruh kewenangan itu berada di tingkat Pusat,” katanya.

Saat itu Mawardi mengajak korban bencana masuk ke dalam kantor. Mereka diminta membawa kartu keluarga dan KTP, supaya bisa diperiksa status mereka di dalam data jitupasna. Bila nanti ada pengungsi yang belum masuk dalam data, maka akan diusulkan kembali. Bila ada yang sudah masuk dalam data serta sudah mendapatkan DTH, juga akan terlihat di sana.

Kala ajakan itu disampaikan, beberapa korban bersedia. Tapi cepat-cepat dicegah oleh beberapa pendemo lainnya.

Karena tidak adanya kata sepakat, seusai membacakan petisi, pendemo membubarkan diri. Penyintas bencana kembali ke tenda dan mengatakan tidak akan pulang sebelum Bupati memberikan kepastian.

Dari kronologis di atas dapat disimpulkan, bahwa pernyataan pendemo bahwa Bupati tidak pernah menjenguk pengungsi, merupakan pernyataan yang keliru.

Kemudian, Pemerintah Bireuen telah mencoba memberikan solusi hunian sementara kepada penyintas, tapi ditolak. Saat diajak memeriksa data, mereka juga menolak.

Deadlock yang timbul bukan karena Pemkab Bireuen tidak kooperatif, tapi karena pengungsi dan pendemo menolak diberikan solusi.

Bila keadaan seperti ini terus berlanjut, tentu kasihan para pengungsi. Apalagi beberapa hari ke depan Idulfitri 1447 Hijriah akan tiba. Tidak ada kenikmatan lebih indah selain berkumpul di kampung sendiri, merayakan Lebaran, meski dalam keadaan yang serba terbatas.

Muhajir mengajak semuanya bersatu padu, secara bersama-sama bersedia saling mencarikan jalan terbaik. Jangan terlibat dalam debat tak berujung, bila yang ingin dicapai adalah terbelanya para korban bencana alam.

“Percayalah, Pemkab Bireuen dan kita semua memiliki cinta yang sama besar, kepedulian yang sama besar untuk para pengungsi. Marilah kita bekerja sama saja demi mereka. Jangan biarkan pengungsi bertahan lebih lama di bawah tenda di kantor bupati, karena Pemerintah dari lini terbawah hingga teratas, sedang bekerja untuk mempercepat proses penanganan pascabencana,” pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Meriahkan HUT ke-27 Bireuen, Digelar Lomba Tari Tradisional Aceh Ratoeh Bruek dan Tari Kreasi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berkolaborasi dengan Forum Anak Kabupaten Bireuen menggelar Lomba Tari Tradisional Aceh Ratoeh Bruek dan Tari Kreasi. Kegiatan dari...

Rakerwil ke-II PW APRI Aceh Berakhir, Ini Hasil Rekomendasinya

0
KABAR BIREUEN, Aceh Besar - Rakerwil ke-II PW APRI Aceh yang berakhir pada Minggu (4/10/2026) di Hotel Madinatul Zahra, Lampeunurut, Aceh Besar, menghasilkan sejumlah...

Menang 2-1 atas Jeumpa, Samalanga Melaju ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim sepak bola Kecamatan Samalanga lolos ke perempat final atau delapan besar Kejuaran Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026,...

Pendaftaran Ketua PWI Aceh Periode 2026-2031 Dibuka, Bakal Calon Wajib Kantongi Dukungan Minimal 32...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pendaftaran bakal calon (balon) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh periode...

Kolaborasi dengan Sanggar Meuligoe Jeumpa, Disdikbud Gelar Lomba Mewarnai dan Melukis Meriahkan HUT ke-27...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen berkolaborasi dengan Sanggar Meuligoe Jeumpa menyelenggarakan Lomba Mewarnai dan...

KABAR POPULER

Menang 2-1 atas Jeumpa, Samalanga Melaju ke Perempat Final Piala Bupati Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Tim sepak bola Kecamatan Samalanga lolos ke perempat final atau delapan besar Kejuaran Sepak Bola Antar Kecamatan Piala Bupati Bireuen 2026,...

Ratusan Pengunjung Saksikan Malam Pentas Seni Meriahkan HUT ke-27 Bireuen di Halaman Pendopo

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan pengunjung memadati halaman Pendopo Bireuen untuk menyaksikan malam pentas seni, yang menjadi puncak hiburan rakyat dan pelestarian budaya lokal. Mereka...

Billboard Ilegal Depan RS Jeumpa Hospital Bireuen yang Tertabrak Truk Kontainer Bahayakan Pelintas

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Satu unit bangunan billboard di Jalan Nasional Medan-Banda Aceh, depan RS Jeumpa Hospital, Desa Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Bireuen,...

Bupati Mukhlis Ikut Meriahkan Lomba Masak Nasi Goreng Ayah Siaga Bireuen Sigap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Bireuen, mengelar Lomba Masak Nasi Goreng Ayah Siaga Bireuen Sigap, di Halaman...

Pendaftaran Ketua PWI Aceh Periode 2026-2031 Dibuka, Bakal Calon Wajib Kantongi Dukungan Minimal 32...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Pendaftaran bakal calon (balon) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh periode...