KABAR BIREUEN – Kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen masih minim.
Hal itu dikatakan Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bireuen Husaini,SH, MM menjawab pertanyaan Kabar Bireuen saat mengikuti rapat di DPRK setempat, Senin petang (6/4/2020).
Dikatakan, kebutuhan APD bagi petugas medis 20 Puskesmas dalam Kabupaten Bireuen sangat penting sebagai alat pelindung diri bagi petugas medis dalam penanganan dan pengawasan ODP dan jika ada PDP di wilayah tugasnya masing-masing.
Tanpa dilengkapi APD yamg dibutuhkan petugas medis tak mungkin dapat mengemban tugas mulia dalam melakukan pengawasan terhadap ODP maupun PDP yang diduga terjangkit virus corona.
Sementara Plt Kadinkes Bireuen dr Irwan A Gani yang dikonfirmasi di kantornya Selasa (7/4/2020) mengatakan, kalau dalam hal memberikan keterangan tentang covid-19, sesuai rapat tim Gugus Tugas Kabupaten Bireuen harus diberikan oleh Juru bicara covid-19 Kabupaten Bireuen.
Begitupun dr Irwan A Gani mengakui bahwa kebutuhan seluruh jenis APD termasuk Rapid Tes untuk kebutuhan petugas medis di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen masih minim.
Sumber yang dihimpun Kabar Bireuen di terminal bus Bireuen, saat ini TKI maupun orang yang pulang dari perantauan dari Malaysia dan luar Aceh ke kampung asalnya di Kabupaten Bireuen melalui angkutan umum jalan darat Medan – Banda Aceh masih banyak.
Setiap malam hingga menjelang subuh bus-bus angkutan masih dipadati penumpang yang pulang dari perantauan.
Ini merupakan kewajiban petugas medis dan semua pihak dilengkapi APD agar dapat melakukan pengawasan secara maksimal dalam menyelamatkan warga yang baru ulang dari perantauan luar negeri dan luar Aceh agar wabah virus corona tidak terjangkit di Bireuen khususnya dan di Aceh umumnya. (HAR Djuli)











