KABAR BIREUEN, Bireuen – Saat warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih berjuang menghadapi bencana banjir dan longsor, muncul persoalan baru yang kian memberatkan masyarakat. Harga tiket pesawat antar kabupaten di Aceh dilaporkan melambung tak masuk akal, bahkan mencapai Rp8 juta per orang, sehingga menimbulkan kecaman keras dari Anggota Komisi V DPR RI Dapil Aceh II, H Ruslan Daud (HRD).
Politisi PKB itu mengaku geram kepada pihak-pihak yang diduga sengaja menaikkan harga tiket pada momentum krisis kemanusiaan. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk mencari keuntungan di atas penderitaan masyarakat yang kini kesulitan akses transportasi darat akibat infrastruktur terdampak bencana.
“Ini sudah sangat tidak masuk akal. Masak harga tiket pesawat antar kabupaten dalam Provinsi Aceh yaitu dari Bener Meriah ke Banda Aceh atau sebaliknya mencapai Rp 8 juta? Masyarakat sedang mengalami musibah, tapi ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat,” ungkap HRD kepada wartawan saat meninjau lokasi terdampak banjir di Jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Rabu (3/12/2025).
Menurut data yang diterimanya, harga tiket dari Bandara Rembele Redelong, Bener Meriah menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar memang mengalami lonjakan tak wajar. Hal serupa juga terjadi pada rute Bener Meriah–Kualanamu Medan, harga tiket biasanya hanya sekitar Rp501.500, namun kini melambung drastis.
Ironisnya, meski harga selangit, ratusan warga tetap memadati Bandara Rembele lantaran jalur darat belum bisa dilalui akibat kerusakan jalan dan jembatan, listrik padam, dan jaringan telekomunikasi yang belum pulih.
HRD menegaskan, justru pada kondisi bencana seperti ini, maskapai seharusnya menurunkan harga tiket guna mempermudah mobilitas warga yang terisolir di wilayah dataran tinggi Gayo. Ia menyebut masyarakat di Bener Meriah dan Aceh Tengah tak punya pilihan selain menempuh jalur udara.
“Masyarakat lagi musibah, jangan dicekik lagi lehernya,” tegas HRD.
Sebagai mitra kerja Kementerian Perhubungan, HRD meminta Kemenhub RI melalui Dirjen Perhubungan Udara, untuk segera turun tangan dan mengusut pihak yang diduga memainkan harga tiket pesawat selama masa bencana.
“Tindak tegas pelaku atau oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu,” tegasnya. (Suryadi)











