KABAR BIREUEN, Bireuen – Sejak dua bulan terakhir, sejumlah masyarakat di Kabupaten Bireuen mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi. Selain langka, barang yang menjadi kebutuhan masyarakat itu pun harganya melambung dijual di kios-kios.
Informasi diperoleh Kabar Bireuen dari Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Bireuen, Irfan, kuota elpiji tabung 3 kg bersubsidi tahun 2024 sebanyak 11.144 MT.
Ditanya penyebab terjadinya kelangkaan barang bersubsidi itu, menurut Irfan, ada beberapa faktor.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan agen penyalur dan melakukan pemantauan di lapangan,” kata Irfan yang dihubungi Kabar Bireuen melalui telepon selulernya, Selasa (5/11/2024).
Disabutkannya, permintaan gas elpiji 3 kg selama bulan maulid di Aceh meningkat. Diperkirakan, akan berlangsung sampai akhir Desember 2024.
“Rata-rata dalam satu kecamatan ada empat atau lima desa melaksanakan maulid setiap hari,” sebut Irfan.
Pada bulan maulid, lanjutnya, setiap rumah tangga menggunakan gas elpiji 3 kg mencapai enam sampai tujuh tabung per bulan. Padahal, normalnya hanya tiga sampai empat tabung.
“Banyaknya pelaku UMKM dan rumah tangga yang beralih memakai elpiji 3 kg, dan sebelumnya memakai elpiji 12 kg (non subsidi). Akibatnya, gas 3 kg langka dan mahal,” jelas Irfan. (Rizanur)












