Rabu, 22 April 2026

Film Dokumenter Rapai Puloet Geurimpheng Produksi Komunitas Juang Cinema Raih Juara 2 di Ajang Estafet Budaya Aceh 2019

KABAR BIREUEN– Film Dokumenter Rapai Puloet Geurimpheng Produksi Komunitas Juang Cinema Raih Juara 2 di Ajang Estafet Budaya Aceh 2019, yang diselengarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh pada malam penganugrahan tersebut berlangsung di Gedung Taman Sari dan Budaya Aceh, Banda Aceh, 25 Oktober 2109 Lalu.

Film garapan komunitas Juang Cinema disutradarai Revanda Akbar dan Ria Mulyani sineas muda asal Bireuen tersebut menceritakan kisah bagaimana cara menjaga dan merawat Budaya, kemudian melestarikan kembali Rapai Pulot Geurimpheng yang hampir hilang ditelan oleh perubahan zaman.

Alur yang dikisahkan dalam Film tersebut terkait dengan rangkaian aktivitas Syeh Ayi (pelatih sanggar) yang mendekasikan hidupnya pada kesenian daerah daerah tradisional.

Totalitas hidupnya pada kesenian daerah begitu mendalam. Hampir seluruh hidup dan waktunya dia curahkan untuk melestarikan kesenian daerah yang hampir punah terhimpit oleh perubahan zaman.

Hingga saat ini Syeh Ayi melalui sanggar Jeumpa Puteh dengan tekun dan sabar mewariskan ilmunya pada anak-anak di kabupaten Bireuen. Tak pernah merisaukan langkahnya akan punya arti atau tidak tekadnya akan terus berjuang melestarikan kesenian daerah.

Agsal selaku Manager Program Komunitas Juang Cinema, Minggu (27/10/2019) mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas perolehan juara tersebut.

“Kemarin saya mendapatkan informasi bahwa salah satu film produksi kita mendapatkan juara di Ajang Estafet Budaya Aceh 2019 kategori perlombaan film Dokumenter,” katanya.

Tentunya ini menjadi sebuah prestasi dan juga awal dari motivasi pihaknya untuk terus berbuat melahirkan karya-karya positif sineas muda Aceh, khususnya pemuda Bireuen untuk berani berkarya melalui film baik tentang Kebudayaan, Sosial, Pendidikan, Kearifan lokal dan Lain Sebagainya.

“Karena dengan berkarya melalui film merupakan bagian dari salah satu cara setidaknya kita masih bisa terus ikut terlibat dalam menjaga kelestarian Budaya Aceh supaya tetap utuh dan masih digemari masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, Agsal juga menyarankan supaya generasi muda Aceh sekarang sudah semestinya berani untuk melek akan pemanfaatan kemajuan teknologi yang semakin hari semakin tidak terbendung untuk kita hindari.

Sejauh ini Berdasarkan hasil studi Polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ( APJII), pada 2018 jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 171,17 juta jiwa.

Angka ini setara dengan 64,8% dari total penduduk Indonesia 264,16 juta jiwa, dengan rata-rata pengguna adalah generasi Milenial.

Justru kehadiran teknologi yang beragam model saat ini menjadi kesempatan bagi kita anak muda untuk hadir mengisi ruang-ruang dalam melahirkan karya-karya yang berisi nilai-nilai Edukasi, Sosial, Budaya dan Estetika Moral Generasi Penerus Bangsa.

“Pengaruh kemajuan media sosial teknologi bukan hanya dimanfaatkan menjadi ruang narsis bagi generasi muda dalam mencapai popularitas semata, akan tetapi justru bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan ruang-ruang yang lebih bersifat positif sehingga berdampak baik bagi setiap pengguna teknologi itu sendiri yang memberi pengaruh baik bagi lingkungan sekitar,” sebutnya.

Ditambahkannya, dampak yang muncul juga akan mengarah kepada hal-hal yang jauh dari pengaruh negatif, meski tak berkemampuan bisa merubah dan menghambat sesuatu yang bisa diakses dengan mudah, cepat, luas dan tersebar dalam ruang yang tak terbatas.

“Setidaknya kita ikut hadir terlibat dengan mengisi ruang-ruang yang berdampak memberi kekuatan pengaruh energi positif yang bermanfaat bagi pembentukan karakter generasi bangsa,” kata Agsal yang juga salah satu Mahasiswa Pascasarjana Universitas Paramadina Ilmu Komunikasi Politik.

Dia menyebutkan, sejauh ini, Komunitas Juang Cinema masih fokus pada program peningkatan edukasi melaui produksi film-film dokumenter pendek yang berisi terkait Isu-isu adat Budaya Kearifan lokal, Pendidikan, dan Sosial dengan slogan Mencari Yang Hilang, Merekam Yang Tersisa Hingga Menemukan Kearifan Semesta.

Sementara itu, Refanda Akbar sutradara film tersebut sangat senang dan bangga atas kemenangan ini.

Semoga Film Dukumenter tersebut, dapat menambah pengetahun, wawasan serta budaya, agar masyarakat terus menjaga dan melestarikan Budaya, salah satunya adalah Rapai Pulot Geurimpheng, yang hampir dilupakan.

“Senang, dan bangga pastinya atas apa yang kami raih, semoga film ini bisa dapat memberi wawasan dan pengetahuan budaya kepada masyarakat bahwa Rapai Pulot Geurimpheng masih ada, dan mari sama sama kita lestarikan budaya kita. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada semua kru yang terlibat dalam membantu saat proses penggarapan film tersebut,” ungkapnya. (REL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tingkatkan Kualitas dan Kompetensi, Ratusan Guru SD di Bireuen Ikuti Diklat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ratusan guru Bimbingan Konseling (BK) jenjang SD dalam Kabupaten Bireuen, mengikut Diklat Bimbingan Konseling dan Pendidikan Nilai untuk Guru Kelas. Kegiatan...

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...

Bupati Bireuen Buka Ruang Kritik, Siap Bentuk Unit Pengaduan Publik dan Perkuat Transparansi Anggaran

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST menegaskan komitmennya membuka ruang kritik dan saran dari masyarakat sipil, termasuk aktivis antikorupsi, sebagai...

Jasa Raharja dan Satlantas Polres Bireuen Gelar Pelatihan PPGD dan Keselamatan Berlalu Lintas di...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja bersama Satlantas Polres Bireuen menggelar...

KAHMI Bireuen Harap Alokasi Dana TKD Bireuen Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Koordinator Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Daerah (MD KAHMI) Bireuen, Asnawi, berharap agar tambahan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD)...

KABAR POPULER

Ismunandar Jabat Sekda Bireuen, Bupati Mukhlis Tunjuk Alfian Sebagai Plt Kadis Sosial 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Untuk mengisi kekosongan jabatan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bireuen, Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menunjuk Dr Alfian, MPd sebagai...

Tiga Puskesmas di Bireuen Dapat Ambulans Baru, Fokus Penanganan Gawat Darurat

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menerima bantuan tiga unit ambulans dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) untuk memperkuat layanan kegawatdaruratan...

Lantik Ismunandar sebagai Sekda, Bupati Bireuen: Sudah Sesuai Prosedur dan Ketentuan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Ismunandar, S.T., M.T., sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Bireuen, dalam sebuah...

KAHMI Bireuen Harap Alokasi Dana TKD Bireuen Harus Tepat Sasaran dan Akuntabel

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Koordinator Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Daerah (MD KAHMI) Bireuen, Asnawi, berharap agar tambahan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD)...

Jasa Raharja dan Satlantas Polres Bireuen Gelar Pelatihan PPGD dan Keselamatan Berlalu Lintas di...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Dalam upaya meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja bersama Satlantas Polres Bireuen menggelar...