Jumat, 16 Januari 2026

FGD Penyusunan Rencana Kebutuhan Infrastruktur Industri Wilayah Sumatera Digelar Kementerian Perindustrian RI di Aceh

KABAR BIREUEN – Kementerian Perindustrian  Republik Indonesia, Direktorat Pengembangan Perwilayahan Industri menggelar pertemuan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Penyusunan Rencana Kebutuhan Infrastruktur Industri di Wilayah Pusat Pengembangan Industri (WPPI) Wilayah Sumatera dan Kalimantan, khususnya Aceh di Banda Aceh, Rabu (6/9/2017).

Salah seorang pemateri Tarmizi Abdul Gani atau Tarmizi AGE, petani kampungan yang juga salah seorang pelaku usaha di Aceh pada pertemuan Focus Group Discussion (FGD – 1) untuk Aceh di tahun 2017 ini fokus pada 6 Kabupaten, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara.

“Kedepannya akan akan diperluas, hal ini berdasarkan informasi dari Kementerian Perindustrian,” ujar aktivis GAM yang pernah mendapat pendidikan di Denmark, Eropa itu.

Dikatakan Tarmizi AGE, untuk memaksimalkan perkembangan Industri di Aceh, bahkan dalam rangka menarik Investor ke Aceh, maka ada tujuh hal utama penting di wujudkan oleh penyelenggara, dalam hal ini adalah pemerintah Aceh dan pemerintah Kabupaten/Kota.

Ketujuh hal tersebut adalah adanya bahan baku, infrastruktur Jalan yang bagus, listrik yang normal, kebutuhan air yang memadai, telekomunikasi, pelabuhan dan SDM.

“Selain itu birokrasi surat menyurat yang cepat, penyediaan lahan dan keamanan tentu menjadi faktor prioritas dasar,” tegas Tarmizi AGE, yang juga akrab disapa Mukarram itu.

Pada acara FGD yang dibuka Kadis Perindustrian dan perdagangan Aceh  H. Asmauddin tersebut, menghadirkan tiga nara sumber, yaitu Tarmizi AGE, Prof. Jasman (Praktisi Pendidikan), dan Salahuddin (Bappeda Aceh).

Pertemuan yang digelar di salah satu hotel di Banda Aceh itu dihadiri pejabat dari Kementerian Perindustrian,  Drs. Sahroni, MM, Bappeda Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Badan Penanaman Modal Aceh, Dinas Pertanian dan perkebunan Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dari 6 kabupaten kota yang tersebut di atas dan Kadin Aceh.

Hasil Koordinasi dan sinkronisasi Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dalam sebuah pertemuan dengan delegasi dari Kementerian Industri dan Tarmizi AGE sebagai salah seorang pelaku usaha di Aceh dengan Kadis Perindustrian dan perdagangan Aceh  H. Asmauddin mencatat beberapa hal penting.

Hal tersebut adalah, sebut Tarmizi AGE yang juga Humas PT Buana Aceh Sejahtera di Kabupaten Bireuen itu, memberikan gambaran infrastruktur wilayah industri Aceh, mengidentifikasi kondisi existing infra industri, menekan kesenjangan antar wilayah.

Hal penting lainnya adalah, meningkatkan daya saing kedepan kaitan industri, Pemanfaatan kondisi existing eks Mobil Oil dan PT. Arun supaya bisa berdenyut lagi dan KIA (Kawasan Industri Aceh). (Ihkwati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...

Dosen Umuslim Pasang PLTS Hibrid di Bivak, Dusun Terisolasi Itu Kini Kembali Terang

0
KABAR BIREUEN, Juli – Setelah lebih dari sebulan hidup tanpa aliran listrik pascabanjir besar, warga Dusun Bivak, Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen,...

Korban Banjir di Aceh Terima Bantuan Rp2,5 Miliar dari PT Tiara Marga Trakindo

0
KABAR bIREUEN, Banda Aceh — Korban banjir di Aceh menerima bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar dari PT Tiara Marga Trakindo (TMT). Bantuan tersebut diterima...

KABAR POPULER

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Bantah Tudingan Timbun Bantuan, Pemkab Bireuen Pastikan Distribusi Logistik untuk Korban Bencana Lancar dan...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen secara tegas membantah isu penimbunan barang bantuan di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tuduhan...

Guest Teacher SD Sukma Bangsa Bireuen, Hadirkan Wartawan Kenalkan Dunia Jurnalistik kepada Siswa

0
KABAR BIREUEN, Bireuen—Wartawan Kabar Bireuen, Ihkwati, hadir sebagai guru tamu untuk memperkenalkan dunia kewartawanan kepada siswa. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi di kelas V...

PMI Bireuen Terima Bantuan Mini Excavator untuk Pelayanan Pembersihan Lingkungan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen menerima bantuan empat unit mini excavator dari PMI Pusat. Alat itu akan dioperasikan untuk...

Bantuan Bencana Masih Menumpuk di Gudang, Dewan Bireuen Minta BPBD Percepat Distribusi

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sejumlah anggota DPRK Bireuen ke gudang logistik Pemerintah Kabupaten Bireuen, mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, bantuan...