KABAR BIREUEN-Festival Budaya Bireuen Tahun 2021 yang digelar Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bireuen, berakhir sukses.
Kegiatan ini resmi ditutup oleh Kadisdikbud Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd.,M.Pd, di Aula SKB Disdikbud setempat, Selasa (9/11/2021) sore, ditandai dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang.
Dalam arahanya, Al Muttaqin mengharapkan semua unsur elemen masyarakat untuk terus mengembangkan, melestarikan dan menjaga seni dan budaya yang ada, khususnya yang ada di Kabupaten Bireuen.
“Hal ini penting dilakukan, agar generasi muda termotivasi dan memiliki pemahaman yang baik dan terlibat aktif dalam melakukan proses internalisasi nilai-nilai budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” kata Al Muttaqin.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Reza Fitria S.Si, M.Sc, Disdikbud Bireuen, didamping Kasie Cagar Budaya dan Mesium, Nova Radhi S.Pd, Kepada Kabar Bireuen, mengatakan, ada lima cabang yang diperlombakan pada festival ini.
Yaitu, Lomba Egrang, Lomba Catoe Aceh, Lomba Meurokon, Peuayon Aneuk dan Lomba Susoen Ranub.
Lomba ini, diikuti seratusan peserta, utusan dari 17 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen.
“Juara pertama, kedua dan ketiga pada masing-masing cabang lomba yang dilombakan, diberikan hadiah oleh panitia berupa piala dan sejumlah uang pembinaan,” jelas Reza Fitria.
Berikut daftar para juara yang Kabar Bireuen terima dari panitia kegiatan adalah, Cabang Lomba Egrang, juara pertama, kedua dan ketiga, yaitu Kecamatan Jangka. Jeumpa dan Simpang Mamplam.
Kemudian Cabang Lomba Catoe Aceh, juara kesatu, kedua dan ketiga, yakni, Lukman dari Kecamatan Jangka, Munawar dari Jangka, dan Muhammad Nizam dari Simpang Mamplam.
Cabang Lomba Susoen Ranub, juara kesatu, kedua dan ketiga, diraih Kecamatan Gandapura, Juli dan Jeumpa.
Selanjutnya, Cabang Lomba Meurukon, juara pertama, kedua dan ketiga, masing-masing diraih Kecamatan Simpang Mamplam, Jangka dan Jeumpa.
Cabang Lomba Peuayon Aneuk
Juara satu, dua dan tiga, yaitu Kecamatan Peudada, Peusangan Siblah Krueng dan Makmur. (Herman Suesilo).











