KABAR BIREUEN – Gampong Blang Seunong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen mendukung Program Penurunan dan Pencegahan Stunting, yang merupakan Program Nasional yang diintervensi oleh pemerintah Pusat.

Hal itu dikatakan Keuchik Blang Seunong,  Agusnadi, SE pada Sosialisasi Pencegahan Stunting di desanya, Rabu (30/10/2019).

Agusnadi menyebutkan komitmen Gampong Blang Seunong, di bidang kesehatan sangat maksimal, untuk pencegahan Stunting.

“Pemerintah Gampong di tahun sebelumnya telah menganggarkan penyediaan air bersih bagi warga masyarakat sebanyak 45 titik yang merupakan jaringannya PDAM,” sebutnya.

Untuk tahun 2019, kembali dipasang lagi jaringan PDAM yng menggunakan Dana Desa sepanjang 1.670 meter, untuk mengaliri air bersih ke 40 rumah warga.

Pihaknya sudah menganggarkan dana di tahun sebelumnya, untuk pemasangan sambungan air bersih sebesar Rp 157 juta, dan tahun 2019 sebesar Rp 160 juta.

“Untuk pencegahan stunting kita anggarkan dana Rp 50 juta,” sebut Keuchik muda lulusan Universitas Almuslim itu.

Sekcam Jeumpa, Chairil Abed saat membuka sosialisasi pencegahan stunting di desa itu, mengatakan, Gubernur Aceh melalui Pergub nomor 14 tahun 2019 juga menekankan kepada segenap stakeholder untuk mengoptimalkan penurunan dan pencegahan stunting.

Dia berharap kepada Pemerintah Gampong yang telah menganggarkan kegiatan pencegahan stunting dalam APBG murni agar dapat segera melaksanakannya.

“Saya berharapkan kepada pemerintah Gampong yang telah menganggarkan kegiatan pencegahan Ssunting dalam APBG murni agar dapat segera melaksanakan nya, mengingat tahun anggaran sudah hampir di penghujung tahun,” pesannya.

Sementara itu, Anggota DPRK Bireuen, Muchlis R mengatakan betapa pentingnya komitmen bagi semua pihak untuk pencegahan stunting.

“Stunting memang istilah baru, kalau ditanya stunting ibu-ibu mungkin baru mendengar. Tapi sebenarnya stunting sudah terbiasa mengetahuinya dengan sebutan “Bukrik atau Bukruk,” jelas anggota dewan dari Dapil Jeumpa-Juli tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr Amir Addani, M.Kes yang menjadi pemateri utama menyebutkan, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak diakibatkan kekurangan Gizi kronis, untuk mencegah stunting dibutuhkan intervensi gizi spesifik.

“Salah satunya adalah dengan pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil, ibu menyusui melaui kegiatan-kegiatan posyandu terintegrasi,” katanya.

Acara sosialisasi stunting di Gampong Blang Seunong selain menyampaikan materi tentang stunting dan bahaya stunting bagi sasaran pencegahan dan penurunan Spstunting, juga diberikan paket pencegahan stunting bagi ibu hamil, ibu menyusui dan kepada balita.

Paket yang diberikan berupa susu yang menunjang penambahan asupan bagi ibu hamil dan ibu menyusui serta makanan pelengkap gizi. (Ihkwati).

BAGIKAN