KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga kembali menorehkan prestasi akademik, setelah salah seorang dosennya, Dr. Nainunis, M.Ag, berhasil meraih gelar doktor dengan mempertahankan disertasi berjudul “Esensi Muallaf dalam Perspektif Maqāsid al-Syarī‘ah” pada sidang terbuka di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin,(22/9/2025).
Penelitian tersebut dibimbing Prof. Dr. Al Yasa’ Abubakar, MA sebagai Promotor I dan Dr. Jabbar Sabil, MA sebagai Promotor II. Disertasi yang dikaji Nainunis, berangkat dari persoalan klasik dalam fiqh zakat, yakni terkait esensi golongan muallaf sebagaimana disebutkan dalam Surah at-Taubah ayat 60.
Selama ini, perdebatan mengenai siapa saja yang termasuk dalam kategori muallaf sering kali menimbulkan perbedaan pandangan. Melalui pendekatan maqāsid al-syarī‘ah (tujuan-tujuan yang hendak dicapai dari suatu penetapan hukum Islam), Nainunis melakukan telaah komprehensif terhadap dalil-dalil Al-Qur’an, hadis, tafsir, syarah hadis, praktik Rasulullah, serta pandangan ulama fiqh.
BACA JUGA: Selamat! Dua Dosen UNISAI Raih Gelar Doktor di UINSU
Humas UNISAI, Tgk Mursalin, menyebutkan, penelitian ini menemukan esensi muallaf dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar, Muslim dan non-Muslim. Dari kalangan Muslim, muallaf mencakup mereka yang baru masuk Islam dengan iman yang masih lemah, tokoh berpengaruh yang diharapkan menarik kaumnya, para pejuang Muslim yang membela agama, serta pengumpul zakat dari orang-orang yang enggan membayarnya.
“Sementara dari kalangan non Muslim, muallaf terdiri dari mereka yang berpotensi masuk Islam maupun yang ditakuti potensi kejahatannya,” paparnya.

Dalam perspektif maqāsid al-syarī‘ah, lanjut Tgk Mursalin, pemberian zakat kepada muallaf tidak sekadar bernilai sosial, melainkan juga memiliki fungsi strategis. Zakat diposisikan sebagai instrumen untuk menjaga agama, memperkuat eksistensi Islam, menghadirkan kemaslahatan, dan mencegah kerusakan.
Dengan demikian, pemberian zakat kepada muallaf merupakan strategi penting dalam memperkuat simpati terhadap Islam dan menjaga ketahanan umat.
Rektor UNISAI, Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, M.Sos, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
BACA JUGA: Unimal Kukuhkan Prof Muntasir A Kadir Sebagai Guru Besar Politik Islam Pertama di Aceh
“Keberhasilan Dr. Nainunis bukan hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik UNISAI sebagai kampus yang konsisten melahirkan akademisi berkualitas dalam bingkai intelektual keislaman,” tandasnya.
Menurut Tgk Abrar Azizi, disertasi ini merupakan kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam, khususnya dalam kajian zakat dan maqāsid al-syarī‘ah.
“Kami berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa UNISAI untuk terus berkiprah di ranah akademik nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Ke depan, prestasi tersebut diharapkan dapat memperkuat tradisi keilmuan di UNISAI, sekaligus menjadi pendorong semangat bagi lahirnya penelitian-penelitian unggulan yang relevan dengan kebutuhan umat dan bangsa. (Red)











