Senin, 29 Juni 2026

Unimal Kukuhkan Prof Muntasir A Kadir Sebagai Guru Besar Politik Islam Pertama di Aceh

KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Sejarah baru tercipta di dunia akademik Aceh. Ulama intelektual dan pembina Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI), Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Politik Islam pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal), dalam prosesi yang berlangsung di Gedung ACC Unimal, Lhokseumawe, Jumat (12/7/2025).

Pengukuhan ini menandai momen bersejarah karena Prof. Muntasir menjadi Guru Besar Politik Islam pertama, tidak hanya di Unimal, tetapi juga di seluruh Aceh. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, peristiwa ini menjadi simbol bersatunya dua tradisi besar, pesantren dan perguruan tinggi, dalam membangun peradaban keilmuan berbasis nilai-nilai Islam.

Selain Prof. Muntasir, Unimal juga mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Wesli, M.T. sebagai Guru Besar dalam bidang Perencanaan Wilayah. Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan lencana Guru Besar oleh Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor: 01941/E4/DT.04.01/JAD/2024.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Kontekstualisasi Gagasan dan Pemikiran Ulama Dayah dalam Pembangunan Politik di Aceh”, Prof. Muntasir menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai politik Islam dalam sistem demokrasi modern. Menurutnya, politik Islam bukan semata soal kekuasaan, tetapi soal amanah, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat.

Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A. (kanan), bersama Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., dan Prof. Dr. Ir. Wesli, M.T. (Foto: Humas UNISAI)

“Saat pemikiran ulama hanya tertinggal di lembaran kitab kuning tanpa aktualisasi, maka politik kehilangan arah moralnya. Aceh membutuhkan bangunan politik yang tidak hanya demokratis, tetapi juga bernurani. Dan itu bisa digali dari warisan pemikiran ulama dayah,” tegas Prof. Muntasir dalam orasinya.

Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., menyebut  pengukuhan ini sebagai bukti bahwa pesantren tidak hanya menjadi sumber moralitas, tetapi juga lumbung intelektual yang mampu bersaing dalam dunia ilmiah nasional.

“Prof. Muntasir adalah figur akademisi yang melampaui sekat-sekat institusional. Ia adalah jembatan hidup antara ilmu syar’i dan ilmu sosial-politik kontemporer,” ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, ulama, akademisi, dan pejabat publik. Di antara yang hadir adalah Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu MUDI), Rektor UNISAI Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, M.Sos, Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., anggota DPRA Tgk. H. Muhammad Yunus atau Waled Landeng, serta pimpinan dayah dan dosen dari UNISAI dan Unimal.

Prof. Muntasir A. Kadir bersama Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu MUDI) dan anggota keluarganya. (Foto: Humas UNISAI)

Momen haru terlihat saat Abu MUDI menyampaikan rasa syukurnya. Abu MUDI adalah guru rohani sekaligus mertua Prof. Muntasir, dan menyambut pengukuhan ini sebagai berkah dan amanah.

“Hari ini, saya saksikan langsung bagaimana perjuangan ilmu dibalas Allah dengan kemuliaan. Prof. Muntasir bukan hanya menantu saya, tetapi anak rohani saya yang membawa ruh perjuangan dayah ke ruang akademik. Gelar ini adalah amanah untuk terus membimbing umat dan ini cita-cita saya agar alumni dayah bisa hadir dalam semua dimensi kehidupan masyarakat,” ungkap Abu MUDI penuh haru.

Sementara itu, Rektor UNISAI, Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, menilai pengukuhan ini sebagai titik balik bagi peran kalangan dayah dalam ruang akademik nasional.

Menurutnya, sebagai institusi yang dilahirkan dari denyut nadi pesantren, UNISAI bangga memiliki pembina sekaliber Prof. Muntasir. Ia tidak hanya mengembangkan struktur kampus, tetapi juga membangun jiwanya.

“Pengukuhan ini bukan akhir, tetapi awal peran besar untuk membentuk generasi Islam berwawasan kebangsaan. Bagi kami di UNISAI, Prof. Muntasir adalah kompas moral, intelektual, dan keilmuan. Ini adalah pencapaian monumental yang patut disyukuri,” pungkas Tgk Abrar Azizi. (Red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Prospek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Aceh

0
KABAR BIREUEN, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menghadiri pertemuan yang membahas prospek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Aceh bersama...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Menaker: Standar Kerja Layak Era Digital akan Jadi Acuan Penguatan Regulasi Ketenagakerjaan

0
KABAR BIREUEN, Majalengka – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan Konvensi Internasional Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tentang kerja layak di era digital akan menjadi acuan dalam...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

KABAR POPULER

Tenggelam Saat Mencari Tiram di Tambak Gampong Alue Kuta, Bocah Enam Tahun Meninggal Dunia

0
KABAR BIREUEN, Jangka–Seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Muhammad Altaf, warga Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia setelah tenggelam tambak ikan...

Lantik 173 Pejabat, Bupati Bireuen Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan, Kalau Ketahuan Dicopot

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 173 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen, Jumat (26/6/2026) sore di...

Sudah Dua Bulan Diproses, Polres Bireuen Belum Tetapkan Status Hukum Kasus Dugaan Penghinaan Wartawan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Zulfikar Muhammad, kuasa hukum M. Ilham bin Sakubat, wartawan wilayah liputan Bireuen, mendesak Polres Bireuen segera memberikan kepastian hukum atas...

Menang Dramatis 4-3 atas Persas Sabang, PSSB Bireuen U-12 Raih Juara III Piala Presiden...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Tim PSSB Bireuen Junior Usia 12 Tahun (U-12) berhasil mengukir prestasi dengan meraih juara ketiga pada Festival Sepak Bola...

UNIKI dan Forum PLKP Jalin Kemitraan Strategis, Buka Peluang Magang dan Sertifikasi Kompetensi bagi...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (Forum PLKP) melalui...