Jumat, 1 Mei 2026

Unimal Kukuhkan Prof Muntasir A Kadir Sebagai Guru Besar Politik Islam Pertama di Aceh

KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Sejarah baru tercipta di dunia akademik Aceh. Ulama intelektual dan pembina Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI), Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Politik Islam pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal), dalam prosesi yang berlangsung di Gedung ACC Unimal, Lhokseumawe, Jumat (12/7/2025).

Pengukuhan ini menandai momen bersejarah karena Prof. Muntasir menjadi Guru Besar Politik Islam pertama, tidak hanya di Unimal, tetapi juga di seluruh Aceh. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, peristiwa ini menjadi simbol bersatunya dua tradisi besar, pesantren dan perguruan tinggi, dalam membangun peradaban keilmuan berbasis nilai-nilai Islam.

Selain Prof. Muntasir, Unimal juga mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Wesli, M.T. sebagai Guru Besar dalam bidang Perencanaan Wilayah. Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan lencana Guru Besar oleh Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor: 01941/E4/DT.04.01/JAD/2024.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Kontekstualisasi Gagasan dan Pemikiran Ulama Dayah dalam Pembangunan Politik di Aceh”, Prof. Muntasir menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai politik Islam dalam sistem demokrasi modern. Menurutnya, politik Islam bukan semata soal kekuasaan, tetapi soal amanah, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat.

Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A. (kanan), bersama Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., dan Prof. Dr. Ir. Wesli, M.T. (Foto: Humas UNISAI)

“Saat pemikiran ulama hanya tertinggal di lembaran kitab kuning tanpa aktualisasi, maka politik kehilangan arah moralnya. Aceh membutuhkan bangunan politik yang tidak hanya demokratis, tetapi juga bernurani. Dan itu bisa digali dari warisan pemikiran ulama dayah,” tegas Prof. Muntasir dalam orasinya.

Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., menyebut  pengukuhan ini sebagai bukti bahwa pesantren tidak hanya menjadi sumber moralitas, tetapi juga lumbung intelektual yang mampu bersaing dalam dunia ilmiah nasional.

“Prof. Muntasir adalah figur akademisi yang melampaui sekat-sekat institusional. Ia adalah jembatan hidup antara ilmu syar’i dan ilmu sosial-politik kontemporer,” ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, ulama, akademisi, dan pejabat publik. Di antara yang hadir adalah Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu MUDI), Rektor UNISAI Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, M.Sos, Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., anggota DPRA Tgk. H. Muhammad Yunus atau Waled Landeng, serta pimpinan dayah dan dosen dari UNISAI dan Unimal.

Prof. Muntasir A. Kadir bersama Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu MUDI) dan anggota keluarganya. (Foto: Humas UNISAI)

Momen haru terlihat saat Abu MUDI menyampaikan rasa syukurnya. Abu MUDI adalah guru rohani sekaligus mertua Prof. Muntasir, dan menyambut pengukuhan ini sebagai berkah dan amanah.

“Hari ini, saya saksikan langsung bagaimana perjuangan ilmu dibalas Allah dengan kemuliaan. Prof. Muntasir bukan hanya menantu saya, tetapi anak rohani saya yang membawa ruh perjuangan dayah ke ruang akademik. Gelar ini adalah amanah untuk terus membimbing umat dan ini cita-cita saya agar alumni dayah bisa hadir dalam semua dimensi kehidupan masyarakat,” ungkap Abu MUDI penuh haru.

Sementara itu, Rektor UNISAI, Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, menilai pengukuhan ini sebagai titik balik bagi peran kalangan dayah dalam ruang akademik nasional.

Menurutnya, sebagai institusi yang dilahirkan dari denyut nadi pesantren, UNISAI bangga memiliki pembina sekaliber Prof. Muntasir. Ia tidak hanya mengembangkan struktur kampus, tetapi juga membangun jiwanya.

“Pengukuhan ini bukan akhir, tetapi awal peran besar untuk membentuk generasi Islam berwawasan kebangsaan. Bagi kami di UNISAI, Prof. Muntasir adalah kompas moral, intelektual, dan keilmuan. Ini adalah pencapaian monumental yang patut disyukuri,” pungkas Tgk Abrar Azizi. (Red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Jelang May Day 2026, Polda Aceh Simulasikan Pengamanan dan Pelayanan Humanis

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh menggelar simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada peringatan Hari...

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Pastikan Percepatan Pembangunan, Bupati Bireuen Tinjau Progres Empat Proyek Infrastruktur APBN

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan meninjau progres empat proyek infrastruktur vital yang dibiayai APBN, Rabu (29/4/2026). Peninjauan...

APRI Bireuen Gelar Raker, Kakan Kemenag Bireuen Harap Penghulu Harus Mampu Kuasai Teknologi Informasi 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Bireuen, menggelar rapat kerja dan evaluasi program kerja di Aula Kankemenag setempat,...

Kunker ke Sabang, HRD Harap Pemerintah Pusat Harus Serius Benahi Infrastruktur

0
KABAR BIREUEN, Sabang – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H. Ruslan M. Daud (HRD), mengharapkan adanya keterbukaan dan keseriusan...

KABAR POPULER

Pastikan Percepatan Pembangunan, Bupati Bireuen Tinjau Progres Empat Proyek Infrastruktur APBN

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan meninjau progres empat proyek infrastruktur vital yang dibiayai APBN, Rabu (29/4/2026). Peninjauan...

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Antisipasi Korban Berjatuhan, Jalan Rusak Leubu-Ulee Gle Makmur Mulai Diperbaiki

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Ruas jalan utama di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, yang selama ini dikenal rawan kecelakaan akibat kerusakan parah dan berlubang, akhirnya...

Diduga Abaikan PK Mahkamah Agung, MS Jantho Eksekusi Putusan yang Telah Dibatalkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Kuasa hukum T. Saladin Bin T. A. Rahman Ali, H. Basrun Yusuf, SH, keberatan atas eksekusi harta bersama kliennya oleh...

Daftarkan 40 Bacaleg ke KIP, Ketua PD Aceh Kabupaten Bireuen: Semoga Penyelenggara Pemilu Amanah

0
KABAR BIREUEN – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Daerah Aceh (DPW PD Aceh) Kabupaten Bireuen mendaftarakan 40 bakal calon Legislatif (Bacaleg) untuk pemilu 2019 ke Komisi...