Jumat, 15 Mei 2026

Unimal Kukuhkan Prof Muntasir A Kadir Sebagai Guru Besar Politik Islam Pertama di Aceh

KABAR BIREUEN, Lhokseumawe – Sejarah baru tercipta di dunia akademik Aceh. Ulama intelektual dan pembina Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI), Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Politik Islam pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal), dalam prosesi yang berlangsung di Gedung ACC Unimal, Lhokseumawe, Jumat (12/7/2025).

Pengukuhan ini menandai momen bersejarah karena Prof. Muntasir menjadi Guru Besar Politik Islam pertama, tidak hanya di Unimal, tetapi juga di seluruh Aceh. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, peristiwa ini menjadi simbol bersatunya dua tradisi besar, pesantren dan perguruan tinggi, dalam membangun peradaban keilmuan berbasis nilai-nilai Islam.

Selain Prof. Muntasir, Unimal juga mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Wesli, M.T. sebagai Guru Besar dalam bidang Perencanaan Wilayah. Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyematan lencana Guru Besar oleh Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor: 01941/E4/DT.04.01/JAD/2024.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Kontekstualisasi Gagasan dan Pemikiran Ulama Dayah dalam Pembangunan Politik di Aceh”, Prof. Muntasir menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai politik Islam dalam sistem demokrasi modern. Menurutnya, politik Islam bukan semata soal kekuasaan, tetapi soal amanah, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat.

Prof. Dr. Tgk. H. Muntasir A. Kadir, S.Ag., M.A. (kanan), bersama Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., dan Prof. Dr. Ir. Wesli, M.T. (Foto: Humas UNISAI)

“Saat pemikiran ulama hanya tertinggal di lembaran kitab kuning tanpa aktualisasi, maka politik kehilangan arah moralnya. Aceh membutuhkan bangunan politik yang tidak hanya demokratis, tetapi juga bernurani. Dan itu bisa digali dari warisan pemikiran ulama dayah,” tegas Prof. Muntasir dalam orasinya.

Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, Asean.Eng., menyebut  pengukuhan ini sebagai bukti bahwa pesantren tidak hanya menjadi sumber moralitas, tetapi juga lumbung intelektual yang mampu bersaing dalam dunia ilmiah nasional.

“Prof. Muntasir adalah figur akademisi yang melampaui sekat-sekat institusional. Ia adalah jembatan hidup antara ilmu syar’i dan ilmu sosial-politik kontemporer,” ujarnya.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, ulama, akademisi, dan pejabat publik. Di antara yang hadir adalah Pimpinan Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu MUDI), Rektor UNISAI Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, M.Sos, Wakil Bupati Bireuen Ir. H. Razuardi, M.T., anggota DPRA Tgk. H. Muhammad Yunus atau Waled Landeng, serta pimpinan dayah dan dosen dari UNISAI dan Unimal.

Prof. Muntasir A. Kadir bersama Tgk. H. Hasanoel Bashry (Abu MUDI) dan anggota keluarganya. (Foto: Humas UNISAI)

Momen haru terlihat saat Abu MUDI menyampaikan rasa syukurnya. Abu MUDI adalah guru rohani sekaligus mertua Prof. Muntasir, dan menyambut pengukuhan ini sebagai berkah dan amanah.

“Hari ini, saya saksikan langsung bagaimana perjuangan ilmu dibalas Allah dengan kemuliaan. Prof. Muntasir bukan hanya menantu saya, tetapi anak rohani saya yang membawa ruh perjuangan dayah ke ruang akademik. Gelar ini adalah amanah untuk terus membimbing umat dan ini cita-cita saya agar alumni dayah bisa hadir dalam semua dimensi kehidupan masyarakat,” ungkap Abu MUDI penuh haru.

Sementara itu, Rektor UNISAI, Dr. Tgk. Muhammad Abrar Azizi, menilai pengukuhan ini sebagai titik balik bagi peran kalangan dayah dalam ruang akademik nasional.

Menurutnya, sebagai institusi yang dilahirkan dari denyut nadi pesantren, UNISAI bangga memiliki pembina sekaliber Prof. Muntasir. Ia tidak hanya mengembangkan struktur kampus, tetapi juga membangun jiwanya.

“Pengukuhan ini bukan akhir, tetapi awal peran besar untuk membentuk generasi Islam berwawasan kebangsaan. Bagi kami di UNISAI, Prof. Muntasir adalah kompas moral, intelektual, dan keilmuan. Ini adalah pencapaian monumental yang patut disyukuri,” pungkas Tgk Abrar Azizi. (Red)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...

BSI Aceh Gelar Media Gathering, Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran...

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - PT Bank Aceh Syariah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional dengan masuk dalam daftar World’s Best Banks...

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

KABAR POPULER

Dari Guru SMKN 1 Jeunieb ke Kacabdin Pendidikan Wilayah Bireuen, Ini Rekam Jejak Muhajir...

0
PERJALANAN karier seseorang kadang-kadang memang tidak disangka-sangka. Seperti lompatan karier yang dialami Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd. Siapa sangka, sosok yang selama ini dikenal sebagai...

Gantikan Abdul Hamid, Muhajir Ismail Jabat Kacabdin Pendidikan Aceh Wilayah Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sosok muda dari kalangan guru dipercaya mengemban jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Aceh. Dia adalah Muhajir Ismail, B.Ed., M.Pd,...

Meningkat dari Tahun Sebelumnya, 109 Hafiz-Hafizah Ikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an di MTsN 1 Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Gandapura - Sebanyak 109 hafiz dan hafizah mengikuti Tasyakur Tahfizh Al-Qur’an Angkatan VI di MTsN 1 Bireuen, Kecamatan Gandapura, Rabu (13/5/2026). Jumlah tersebut...

Tak Ada Nama Penerima, Anggaran Pengadaan Mesin Jahit Rp91 Juta di Dinsos Bireuen Tidak...

0
KABAR BIREUEN,Bireuen–Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Sosial mengalokasikan anggaran sebesar Rp385.000.000 untuk pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa barang pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut tercantum...

Kerahkan Alat Berat, Adnen Nurdin Bantu Perbaiki Jalan Longsor Paya Cut–Simpang Mulia

0
KABAR BIREUEN, Juli — Kondisi jalan longsor yang menghubungkan Gampong Paya Cut dengan Simpang Mulia, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, akhirnya mendapat penanganan darurat, setelah...