KABAR BIREUEN – Pemilik menyetujui tanah untuk lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Regional dr Fauziah Bireuen.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam musyawarah bentuk ganti kerugian pengadaan tanah untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Regional Kabupaten Bireuen, Selasa (3/12/2019) di Meunasah Gampong Cot Buket, Kecamatan Peusangan.

Hadir pada musyawarah tersebut, Wakil Bupati Bireuen, Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Kepala Kantor BPN Bireuen, Asisten I Setdakab Bireuen, Direktur RSUD dr Fauziah, Kadis Pertanahan, Kepala BKPSDM, Kabag Pemerintahan, Camat Peusangan, Kapolsek Peusangan, Keuchik dan perangkat Gampong Cot Buket.

Kepala BKPSDM Kabupaten Bireuen, Mawardi SSTP MSi mewakili Direktur RSUD dr Fauziah Bireuen dalam sambutannya menyampaikan, bahwa rencana pembangunan RS Regional adalah program yang sudah ada sejak tahun 2012 lalu.

Belum dapat direalisasikan pembangunan rumah sakit tersebut kata Mawardi, dikarenakan lokasi yang selalu bermasalah.

“Awalnya lokasi ditetapkan di Kecamatan Jeumpa. Namun tidak jadi. Kemudian direlokasi ke Juli, juga tidak direkomendasikan. Dan sekarang Bapak Bupati Saifannur menunjuk lokasi di Cot Buket. Semoga di sini segera terwujud dengan dukungan masyarakat semua,” jelasnya.

Untuk pembangunan rumah sakit regional di Bireuen, lanjut mantan Camat Gandapura ini, telah memakan waktu sampai 8 tahun menyelesaikan persoalan lokasi yang sesuai dengan ketentuan.

Dan diharapkan, dukungan penuh dari masyarakat Gampong Cot Buket.

“Kalau rumah sakit regional dibangun di sini (Cot Buket) maka akan mengikuti pembangunan infrastruktur yang lain, seperti jalan. Juga berdampak pada kemajuan perekonomian masyarakat,” papar Mawardi.

Selanjutnya Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, M Junaedi SH MH mengingatkan masyarakat pemilik tanah agar tidak menjual tanahnya kepada makelar.

“Laksanakan pengadaan tanah sesuai dengan ketentuan. Jangan buka kesempatan kepada makelar tanah. Apalagi sampai timbul markup harga,” kata Kajari Bireuen.

Pada kesempatan sama, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bireuen, Muhammad Irdian, SSIT MT kepada masyarakat menjelaskan tentang tahapan tahapan pengadaan tanah untuk kepentingan publik.

Menurutnya, ada 4 tahapan dalam pengadaan tanah oleh pemerintah. Yaitu, perencanaan, penetapan lokasi, pengadaan dan penyerahan hasil.

“Kita sekarang sudah masuk ke tahapan pengadaan. Hari ini menyepakati bentuk ganti kerugian, kemudian dilakukan ganti rugi kepada pemilik lahan untuk selanjutnya dilepaskan hak atas tanah,” ungkap Irdian.

Kata Irdian, ganti kerugian dapat diberikan dalam bentuk uang, tanah pengganti, permukiman kembali, kepemilikan saham atau bentuk lain yang disepakati kedua pihak.

“Namun yang paling mudah dilakukan adalah ganti rugi dalam bentuk uang. Tapi itu semua terserah kepada pemilik tanah,” terangnya.

Muhammad Irdian memastikan proses pengadaan tanah untuk pembangunan rumah sakit umum regional Bireuen dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Tidak ada makelar. Kami melakukan pembayaran langsung nanti kepada pemilik tanah melalui rekening masing-masing,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan masyarakat, apakah ada pemotongan atau pungutan – pungutan lain dari pemilik tanah oleh panitia. Irdian menegaskan, tidak ada pungutan atau potongan apa pun.

“Sebaiknya masyarakat menanyakan langsung kepada kami dari pada menerima info sesat nanti di luar sana,” pesannya.

Keuchik Gampong Cot Buket, T Iskandar, secara terpisah kepada Kabar Bireuen menyatakan sangat mendukung program pembangunan rumah sakit umum regional Bireuen di tempatnya.

“Kami dari dulu sudah siap mendukung pembangunan rumah sakit regional di Cot Buket. Buktinya, masyarakat semua sudah siap tanahnya diganti rugi untuk pembangunan rumah sakit,” pungkas T. Iskandar. (Rizanur)

BAGIKAN