KABAR BIREUEN-Kehadiran Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A Gani. S.H., M.Si beserta rombongan di SMPN 1 Bireuen, Jumat (19/11/2021) pagi, disambut dengan tarian kreasi medley.

Tari Kreasi Medley perpaduan dari Tari Seudati Saman dan Tari Rabbani Wahed ini,dipersembahan oleh lima orang siswa SMPN 1 Bireuen.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bireuen di SMPN 1 Bireuen ini, untuk memantau langsung pelaksanaan vaksinasi massal yang diikuti oleh ratusan siswa berasal dari SMPN 1 Bireuen, SMPN 3 Bireuen, SMPN 4 Bireuen dan SMP Sukma Bangsa Bireuen.

Ketika menyaksikan persembahan tarian ini sontak membuat decak kagum Bupati Bireuen beserta rombongan dengan penampilan mereka yang sangat sempurna setiap gerakan yang diperagai.

Bupati Bireuen langsung memberi aplaus kepada kelima penari tersebut, yakni Ratu Neisha Safrizal. Raisya Prita Laura. Aura Putri Sabrina, Tari Faindri dan Michelle Aulia.

Para penari tersebut dibawah binaan tiga orang pelatih, yaitu M. Khaidir (Sanggar MIA Banda Aceh). Hudai Saputra (Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen) dan Rifa Shalsadila (Sanggar MIA Banda Aceh).

Tari Kreasi Medley perpaduan dari Tari Seudati Saman dan Tari Rabbani Wahed. Tari dengan Tema “Jak Ta Menari Ta Peukeung Tali Silaturahmi” menceritakan tentang di saat situasi Covid 19 sedang melanda dunia, silaturrahmi jangan sampai terputus dan terpecah belah.

Disamping itu, tari ini juga menceritakan dengan kebersamaan dan solidaritas sesama masyarakat Indonesia, dengan semangat yang tinggi dan rasa kekompakan bersama.

“Kita dapat menghadapi dan melawan semua masalah yang sedang terjadi serta dengan kita bersyahadat dan tetap menjaga iman, Insya Allah akan mempermudah segala urusan,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Muzakkar berharap upaya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional dan berbagai kearifan lokal agar bisa terus diperkenalkan, terutama kepada anak didik di sekolah yang menjadi generasi penurus.

Demikian juga dengan generasi muda, harus mau dan mampu mewarisi, melestarikan seni tradisi dan budaya lokal agar terus terjaga eksistensinya. (Herman Suesilo)