KABAR BIREUEN-Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang memerlukan perhatian.

Saat ini Indonesia termasuk dalam 3 besar jumlah penderita TB terbanyak diantara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia dan berada pada ranking kelima dengan beban TBC tertinggi di dunia.

Estimasi Prevelensi Penyakit TBC semua kasus adalah sebesar 660.000 dan estimasi insidensi berjumlah 430.000 kasus baru per tahun.

Hal ini disampaikan Bupati Bireuen H. Saifannur S.Sos diwakili Asisten Administrasi Umum, Dailami S. Hut.pada acara Pertemuan Advokasi dan Fasilitasi Kemitraan TBC, di Hotel Djarwal, Jumat (23/8/2019).

Dailami mengatakan, Penyakit TBC dapat menular secara langsung saat berinteraksi dengan penderita. Bisa menular melalui udara dari percikan dahak penderita, dipengaruhi oleh jumlah kuman, lama kontak dan daya tahan tubuh.

Dijelaskan, dari jumlah penduduk Kabupaten Bireuen yang saat ini mencapai 476.224 jiwa diperkirakan terdapat 755 penderita TBC BTA (Basil Tahan Asam) positif baru di tahun 2019 ini, yang berpotensi menularkan orang-orang disekitarnya.

Sejak tahun 2014 terdapat kasus TBC kebal obat sebanyak 23 penderita. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak, baik pemerintah, swasta, dan masyarakat agar berupaya lebih optimal dalam penanggulangan penyakit TBC di lingkungannya.

Strategi terobosan yang dikembangkan untuk penanggulangan TBC di Indonesia adalah model Distric Based Public-Private Mix (DPPM) yang merupakan jejaring layanan tuberkulosis dalam satu kabupaten yang melibatkan fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta yang dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.

Pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan utama membangun kemitraan, meningkatkan komitmen dan peran serta semua pihak dalam mendukung program penanggulangan TBC serta menempatkan masalah TBC sebagai isu utama di semua sektor masyarakat.

“Saya sangat mengharapkan komitmen kita semua untuk tetap memikirkan bagaimana permasalahan penyakit TBC khususnya di Kabupaten Bireuen itu bisa dikendalikan yang dalam hal ini adalah merupakan tugas dan tanggung jawab kita bersama,” harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bireuen dr Amir Addani M. Kes mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan utama membangun kemitraan, meningkatkan komitmen dan peran serta semua pihak dalam mendukung program penanggulangan TBC serta menempatkan masalah TBC sebagai isu utama di semua sektor masyarakat.

Peserta pertemuan ini terdiri dari lintas sektor terkait, narasumber dalam pertemuan ini mengundang pembicara dari Dinas Kesehatan Aceh.

Kegiatan ini dihadiri, Kepala Dinas, Badan, dan Kantor serta Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Direktur Rumah Sakit Umum dan Swasta dalam Kabupaten Bireuen, Kepala Puskesmas dalam Kabupaten Bireuen, Keuchik dalam Kabupaten Bireuen dan Undangan lainnya. (Herman Suesilo)

BAGIKAN