KABAR BIREUEN — Desa Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen mengadakan sosialisai dan Konvergensi Pencegahan Stunting dipusatkan Gedung Serba Guna desa setempat, Sabtu (9/11/2019).

Kegiatan sosialisasi pencegagan stunting gencar dilaksanakan di beberapa desa dalam Kecamatan Jeumpa, Kabupeten Bireuen.

Pelaksanaan Sosialisai dan konvergensi pencegahan Stunting di Desa Alue Limeng, berlansung semarak itu, dibuka Camat Jeumpa yang diwakili Kasi PMG, Afifuddin, S.Sos yang menyebutkan arti penting pencegahan stunting sejak dini.

Sedangkan pemateri dalam kegiatan tersebut masing-masing, Indra Gunawan, SKM, M Kes dari Pusekesmas Jeumpa dan Rahmad Hidayat (Tenaga Pendamping Desa Kabupaten Bireuen).

Keuchik Alue Limeng, Muhammad Yusuf Daud mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak, khususnya, pendamping desa, bidan desa dan seluruh kader Posyandu yang telah bersusah payah untuk bisa mensukseskan kegiatan Sosialisasi dan Konfergensi pencegahan Stunting di Alue Limeng.

“Kepada ibu-ibu yang mengikuti acara ini, untuk benar-benar mengikutnya dengan baik, sehingga dapat mengerti apa sebenarnya stunting itu.,” harapnya.

Sedangkan, Hendra Gunawan, SKM, M.Kes memaparkan istilah stunting, yang dkarenakan kurang gizi kronis, baik dari ibu dan anak saat dalam kandungan.

“Makanya, pemberian ASI Ekslusif selama enam bulan, yang setelah itu, bayi harus menerima mananan pelengkap dengan terus menyusui hingga dua tahun,” jelas Hendra.

Dikatakan, stunting yang mengakibatkan postur tubuh anak lebih kecil dari anak seusianya. Maka, pencegahan stunting dimulai dari kandungan, bukan sejak bayi lahir.

“Jika asupan zizi anak kurang,apalagi sejak dalam kandungan hingga seterusnya, bukan tidak mungkin anak akan mengalami stunting,” papar Hndra Gunawan, SKM.

Adapun Pemateri dari Tenaga Pendamping Desa, Rahmad Hidayat mengatakan, progran yang bisa dimasukkan dalam anggaran dana desa untuk pencegahan stunting, antara lain, penyediaaan air bersih, termasuk dari PDAM , Mandi Cuci Kakus (MCK), Pengadaan Makanan Tambahan (PMT), alokasi dana untuk penyegaran peningkatan kapasitas kader Posyandu, dan Tikar Petumbuhan atau alat pendeteksi stunting.

“Temasuk Ambulance, dan Mandi Cuci Kakus (MCK). Tapi, pengadaaannya terlebih dahulu harus melalui musyawarah desa,” sebutnya.

Hadir dalam kesempatan itu, unsur Forkopimcam Jeumpa, dan hadir pula Pendamping Desa Alue Limeng, Ahmadi Hidayatullah,  Bides Ulyana, Amd.Keb serta para kader Posyandu setempat.(Ihkwati)

BAGIKAN