Sabtu, 6 Desember 2025

Diapresiasi, Keterlibatan Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan Hidup

KABAR BIREUEN – Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai pada Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, DR. M. Saparis Soedarjanto S.Si,M.T, mengapresiasi keterlibatan langsung masyarakat di lima kabupaten/kota (Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe dan Aceh Utara) yang melintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan, dalam menjaga lingkungan hidup.

Hal itu disampaikan M. Saparis Soedarjanto saat penutupan Festival Krueng Peusangan yang dirangkai dengan Khanduri Adat Krueng di Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Selasa (17/12/2019).

“Saya dengar tadi, acara ini murni diinisiasi LSM lingkungan hidup dan masyarakat, tanpa melibatkan pemerintah. Ini sungguh luar biasa masyarakat berperan dalam menjaga lingkungan hidup,” puji Saparis yang mendapat tepuk tangan dari para undangan.

Disebutkannya, semua pihak memang memiliki tanggug jawab bersama dalam menjaga lingkungan hidup. Sebab, ini demi kepentingan bersama dan keberlangsungan hidup manusia.

Menurut Saparis, penandatanganan MoU Imbal Jasa Lingkungan dan Master Plan Koridor Satwa dalam kegiatan ini, perlunya komitmen bersama. Tujuannya, agar seluruh kabupaten/kota khususnya di DAS Peusangan dan seluruh perusahaan yang selama ini memanfaatkan air di DAS Peusangan, ikut serta menjaganya.

“Kita harus mampu menjamin air menjadi bagian dari kehidupan kita bersama, dengan tetap menjaga lingkungan, serta tidak melakukan perembahan hutan,” harap Saparis.

Sementara itu, Ketua Forum DAS Krueng Peusangan (FDKP), Suhaimi Hamid, dalam laporannya mengatakan, Festival Krueng Peusangan ini digelar, untuk mengkampanyekan pengelolaan dan perlindungan DAS Krueng Peusangan secara terpadu dari hulu ke hilir.

“Kita berharap Pemerintah Aceh dapat mengintegrasikan dokumen master plan koridor satwa ini. Sehingga, tidak terjadi konflik satwa dan masyarakat, seperti yang terjadi di kawasan Bener Meriah,” ujar Suhaimi.

Suhaimi Hamid

Selama ini, menurut dia, persoalan konflik satwa justru karena ulah oknum masyarakat yang telah merambah tempat mereka, bukan karena satwanya yang ikut merambah lahan masyarakat.

“Makanya perlu ada master plan koridor satwa. Dengan begitu, ruang gerak bagi satwa di kawasan DAS Krueng Peusangan, ikut terjaga,” jelas pria yang akrab disapa Abu Suhai ini.

Penutupuan Festival Krueng Peusangan yang dipusatkan di Kabupaten Bireuen ini, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada pemerintah dan masyarakat peduli lingkungan.

Acara tersebut ikuy dihadiri Anggota Forum Bersama (Forbes) DPR-DPD RI, Sudirman alias Haji Uma dan rekannya Anggota DPD RI asal Aceh, H M Fadhil Rahmi Lc serta Kepala BPKS, Ir Razuardi Ibrahim MT, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Ir Sahrial dan perwakilan pemerintah dari lima kabupatan/kota dalam lingkungan DAS Krueng Peusangan. (Suryadi)

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Pulihkan Akses Utama Medan–Banda Aceh, Kementerian PU Bangun Jembatan Bailey Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Akses utama Medan–Banda Aceh yang terputus akibat banjir pekan lalu, dipastikan akan normal kembali. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI segera...

Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan Senilai Rp300 Juta untuk Korban di Sejumlah Gampong...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Anggota DPRA Dapil III Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos alias Ceulangiek bersama anggota DPRK Bireuen Dapil II, M. Yunus, S.Sos alias...

Bawa Bantuan ke Kawasan Terisolir, Warga Menangis Sambut HRD di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Akses antarwilayah di bagian selatan Kabupaten Bireuen lumpuh total pascabanjir dan longsor pekan lalu. Yang paling memprihatinkan, warga di Desa...

Pasca Banjir Bank Aceh Pacu Normalisasi Layanan di Lhokseumawe dan Aceh Timur

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Komitmen Bank Aceh Syariah (BAS) untuk selalu hadir melayani masyarakat, terutama di masa sulit, kembali dibuktikan. Direktur Utama Bank...

Harga Tiket Pesawat di Aceh Mencekik Leher Saat Bencana, HRD Minta Kemenhub Turun Tangan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Saat warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih berjuang menghadapi bencana banjir dan longsor, muncul persoalan baru yang kian...

KABAR POPULER

Ceulangiek dan Keuchik Noh Serahkan Bantuan Senilai Rp300 Juta untuk Korban di Sejumlah Gampong...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Anggota DPRA Dapil III Bireuen, Rusyidi Mukhtar, S.Sos alias Ceulangiek bersama anggota DPRK Bireuen Dapil II, M. Yunus, S.Sos alias...

Listrik Sering Padam di Kota Bireuen, Pelayanan di RSUD dr Fauziah Terancam ‘Lumpuh’

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Seringnya terjadi pemadaman listrik oleh PLN di Kota Bireuen Provinsi Aceh berdampak pada layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr...

Sidak Pasar Induk Bireuen, Bupati Mukhlis Minta Pedagang Tidak Mencari Untung Besar di Tengah...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST bersama Forkopimda setempat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Bireuen di Geulanggang Gampong, Kecamatan...

Agar Tidak Menghambat Pelayanan Kesehatan, Nakes Aceh Minta Diprioritaskan Akses BBM Khusus 

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh, sangat mengharapkan agar pemerintah memberikan prioritas akses Bahan Bakar...

Harga Tiket Pesawat di Aceh Mencekik Leher Saat Bencana, HRD Minta Kemenhub Turun Tangan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Saat warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih berjuang menghadapi bencana banjir dan longsor, muncul persoalan baru yang kian...