Pedagang daging meugang di Gandapura

KABAR BIREUEN – Tradisi meugang menjelang Ramadhan bagi warga Aceh kali ini agak berbeda dari biasanya, pasalnya setiap penjual harus mengikuti prosedur sasasaatetap (protap) pencegahan virus Corona yang sedang melanda dunia.

Seperti pelaksanaan meugang mini kali ini, Rabu ( 22/4/2020 ) lazimnya sejumlah penjual daging meugang di pasar Gandapura selalu membuka tempat usaha di parkiran depan usaha kuliner Sate Apaleh, namun tahun ini mereka harus berjualan di tiga lokasi.

Amatan Kabar Bireuen, lokasi pertama berada di depan SMP 1 Gandupura sampai ke MIN 8 Bireuen, disana terdapat 10 tempat yang jarak antara satu dengan lebih kurang 5 meter.

Kemudian tiga pedagang lainnya berada di jalan pasar ikan dan yang terakhir dua penjual terdapat di jalan menuju Lapang.

Lapak Pedagang daging meugang di Gandapura

Kondisi ini membuat tingkat kehadirin pembelipun kelihatan tidak terlalu ramai dibandingkan dengan kerumunan orang sebelum wabah Corona terjadi.

Menyangkut harga pada hari pertama, Munir, salah seorang pedagang, menyebutkan, mereka menjual daging pada meugang ubeut (meugang hari pertama) satu kilo Rp 170 ribu.

Keterbatasan untuk menjual daging meugang di pasar tidak membuat mereka pasrah, sejumlah pedagang tetap menjalankan kegiatan ini di daerah masing – masing.

“Kawan – kawan yang tidak kebagian tèmpat, mereka lakukan di gampong,” ujar M.Nur. (Faisal Ali )

BAGIKAN