KABAR BIREUEN – Lembaga Adat Istiadat wajib mendukung dan menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk menggali kembali kaidah-kaidah adat dan adat Istiadat yang meliputi berbagai hal yang berkenaan dengan adat dalam kehidupan bermasyarakat.

Sehingga nilai-nilai sejarah tetap lestari dan terhindar dari pengaruh budaya asing.

Hal itu disampaikan Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A. Gani, SH., M.Si dalam inti sambutannya pada pembukaan Kegiatan Pembinaan Lembaga Adat dan Tokoh Adat dalam Kabupaten Bireuen Tahun 2021 di Hotel Fajar Bireuen, Selasa (31/8/2021).

Disebutkan Muzakkar, Majelis Adat Aceh (MAA) sebagai lembaga adat diharapkan berperan menjaga adat dan tradisi. Ini sesuai dengan tugas MAA, yaitu membina dan mengembangkan Lembaga-lembaga adat Aceh, tokoh-tokoh adat, kehidupan adat Istiadat dan melestarikan nolai-nilai adat yang berlandaskan Dinul Islam.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semoga dapat menumbuhkan kembali sejarah – sejarah Aceh yang telah hampir dilupakan.

“Dalam hal ini, peran masyarakat dan pemerintah harus dimaksimalkan, agar segala persoalan yang menyangkut dengan adat dan adat istiadat dalam Kabupaten Bireuen, dapat kita masukkan ke dalam kurikulum muatan lokal di sekolah,” ujarnya.

Terkait dengan adat dan adat istiadat di Kabupaten Bireuen ini, sejatinya melestarikan peninggalan indatu yang telah terlupakan, guna untuk melahirkan sebuah jati diri atau indentitas masyarakat.

Oleh karena itu, Pemkab Bireuen mengharapkan kepada seluruh komponen masyarakat agar dapat menggali, mengkaji dan melestarikan kembali tentang adat dan adat istiadat yang ada di Kabupten Bireuen.

Bupati mengharapkan kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti acara ini dengan penuh semangat dan tanggung jawab, semoga dapat bermanfaat bagi semuanya.

Sebelumnya panitia pelaksana, Luqman, SE, melaporkan, kegiatan ini diikuti 54 orang sebagai peserta, terdiri dari perwakilan Imum Mukim dalam Kabupaten Bireuen, perwakilan Pengurus Majelis Adat Aceh ( MAA) Kabupaten Bireuen dan para Ketua Pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kecamatan serta para Tokoh Adat lainnya dalam Kabupaten Bireuen.

Dijelaskan, dalam pelaksanaannya, para peserta akan disajikan beberapa materi oleh para Narasumber dari beberapa unsur sekaligus dengan judul materi, yaitu dari Unsur Pemerintah Daerah dengan judul materi Upaya dan Penguatan Kapasitas Lembaga Adat di kalangan Masyarakat Gampong.

Kemudian, dari unsur Polres Bireuen dengan judul Materi Dukungan Upaya Keamanan dan Ketertiban untuk Kelestarian Kehidupan Masyarakat Adat.

Sementara, dari unsur Majelis Adat dengan judul Materi Melestarikan Adat Istiadat Sebagai Implementasi Budaya Bagi Masyarakat dan dari unsur Akademisi dengan judul materi Peran dan Fungsi Lembaga Adat dalam Kehidupan Masyarakat Modern. (Herman Suesilo /*)