KABAR BIREUEN – Alat timbang emas yang digunakan pada semua toko emas di Kabupaten Bireuen sudah empat tahun tidak ditera ulang.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen, Azhar, SE, Senin (14/12/2020)

“Terakhir ditera dan tera ulang tahun 2016. Berarti sampai sekarang sudah empat tahun,” ungkap Kabid Azhar, SE yang didampingi Kasi Metrologi, Jufriadi.

Kata dia, setiap alat ukur dan alat timbang yang dipergunakan untuk kegiatan suatu transaksi atau perdagangan, harus dilakukan tera/ tera ulang.

“Ini diatur dalam Undang undang nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Dan ada sanksi pidananya bagi yang melanggar,” jelasnya.

Tentang tera dan tera ulang timbangan emas yang digunakan pada toko menjual benda mulia itu, Azhar dan Jufriadi memberi komentar senada. Kata Azhar, tujuan melakukan tera/tera ulang untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

“Jangan sampai ada pihak yang dirugikan akibat alat timbang tidak sesuai. Apalagi yang dijual itu emas barang kecil tapi mahal. Kalau timbangannya tidak sesuai, bisa konsumen yang rugi, atau bahkan pedagang itu sendiri jadi rugi,” imbuhnya.

Selain timbangan di toko emas, lanjut Azhar, ada timbangan tempat usaha jasa yang tidak pernah ditera, seperti timbangan usaha cuci pakaian (laundry)

Dia mengimbau kepada masyarakat pelaku usaha yang menggunakan alat ukur dan timbang agar melaporkan kepada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen apabila masa tera telah berakhir.

“Masyarakat harus mengajukan permohonan untuk dilakukan tera ke dinas apabila masa teranya sudah berakhir,” pungkasnya. (Rizanur)