KABAR BIREUEN – Saat ini bisnis warung kopi dan kafe di Banda Aceh memang sudah menjamur, hingga menimbulkan persaingan yang ketat. Meski demikian, tidak menyurutkan pengusaha kopi baru untuk ikut terjun ke bisnis kopi.

Seperti salah satu pendatang baru bisnis kafe, Rahmat Hidayat, S.Si., M.Si yang baru saja membuka Kafe New Normal di Banda Aceh. Dia meyakini, peluang tetap ada karena pertumbuhan ekonomi di Kota Banda Aceh semakin meningkat.

Rahmat Hidayat menceritakan perjalanan usaha kafenya itu kepada media ini di kawasan Lampineung Banda Aceh, Sabtu (23/1/2021).

Disebutkan owner Kafe New Normal tersebut, memang benar bisnis kopi di Aceh ini sangat bersaing sekarang. Tapi, tidak salah dirinya mencoba dan belajar. Tentunya bukan sekedar coba-coba, tapi berusaha dengan yakin dan sungguh-sungguh.

“Saya melihat saat ini pertumbuhan penduduk Banda Aceh meningkat, dan pertumbuhan ekonominya juga lumayan. Secara otomatis pendapatan perkapita juga bagus, dengan jumlah uang beredar meningkat,” ujar Rahmat, optimis.

Menurut dia, kafe dengan konsep interior modern minimalis dominan kayu yang baru saja dibuka sejak Rabu 21 Januari 2021 lalu itu, mempekerjakan 14 orang karyawan. Menghadirkan perpaduan kopi kekinian dan tradisional, sehingga bisa mengakomodir semua kalangan pecinta kopi di Banda Aceh.

Sebelum membuka kafe tersebut, Rahmat sering berdiskusi bersama teman-teman pecinta kopi, untuk menemukan konsep yang cocok. Kafe ini hasil adopsi yang kalau dilihat pada malam hari, akan terlihat konsep kekinian.

Cahaya lampunya terang, sehingga bisa menarik pengunjung. Kalau dalam kondisi normal, mungkin akan lebih cepat berjalan usaha ini.

“Kafe ini saya namai New Normal, karena saya berpikir nama tersebut tidak asing bagi kesehatan dan masyarakat. Saat ini sangat cocok momentumnya. Di saat era pandemi, dan di era pemulihan karena sudah adanya vaksin. Jadi nama New Normal cukup booming, mudah diingat kalangan masyarakat,” jelas alumnus Sarjana FMIPA Biologi Universitas Syiah Kuala ini.

Jenis kopi yang disajikan di Kafe New Normal ini, ada jenis Arabika dan juga Robusta. Tujuannya, untuk merangkul semua pelanggan, sehingga ada dua pilihan kopi. Sementara target segmentasi pelanggan dari usia 30 hingga 35 tahun ke atas.

Pada pagi hari, lebih difokuskan pelanggan usia 30 – 35 tahun ke atas, atau usia dewasa untuk kopi tradisional. Kafe ini juga menawarkan konsep coffee morning, karena dibuka sejak pukul 06.00 WIB untuk pelanggan usai shalat subuh yang ingin segera minum kopi.

Sementara untuk kalangan milenial, dari sore sampai malam hari. Untuk kopi best seller yaitu kopi kurma yang diracik khusus menggunakan kurma, harganya Rp 20 ribu per gelas.

“Harga yang kami tawarkan di sini bervariasi, dari tiga ribu hingga dua puluh ribu rupiah per gelas. Jadi, banyak pilihan harganya,” promosi alumnus Magister FEB Universitas Syiah Kuala ini.

Harapannya ke depan, kafe ini lebih maju dan diminati berbagai kalangan masyarakat. Dengan pilihan harga kopi yang bervariasi dan terjangkau. *

 

Wira