KABAR BIREUEN, Juli – Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, sukses memperjuangkan hadirnya Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bireuen tahun 2025.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bireuen, Ismunandar, ST, pada acara Pembukaan Program Persiapan Pembelajaran Sekolah Rakyat Terintegrasi 25 Bireuen di komplek Balai Latihan Kerja (BLK) di Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, Kamis (23/10/2025).
Sekolah Rakyat Terintegrasi 25 Bireuen adalah SR Perintis di Kabupaten Bireuen yang masih menggunakan lokasi dan bangunan gedung BLK Bireuen. Sementara, untuk gedung permanen telah disiapkan lahan yang lokasinya tidak jauh dari BLK.
Pada kesempatan itu, di hadapan Bupati, Muspika Juli, guru dan siswa SR Terintegrasi 25, Kadis Sosial Bireuen, Ismunandar memaparkan perjuangan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, untuk menghadirkan SR di Kabupaten Bireuen.
“Sekolah Rakyat ini berawal dari pertemuan Bapak Bupati Bireuen dengan Menteri Sosial di Jakarta pada Rabu, 25 Juni 2025 siang. Pada sore hari itu juga, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial menghubungi kami dan melakukan komunikasi secara detail mengenai sekolah rakyat rintisan di BLK Beunyot ini. Kemudian, 27 Juni 2025, Dinsos bersama Disnakertrans mendampingi tim survei dari Kementerian PU melakukan tinjauan gedung BLK ini sebagai lokasi sekolah,” ungkapnya.
Tim survei, sambungnya, meminta komitmen Pemkab Bireuen untuk menyukseskan program ini.
“Saya langsung menghubungi Bapak Bupati yang sedang dalam perjalanan pulang ke Bireuen. Bapak Bupati langsung menuju BLK menemui tim survei, kemudian meninjau gedung untuk menentukan ruangan yang akan dipakai. Pada hari itu juga Bapak Bupati menyatakan siap menyukseskan program Presiden Prabowo. Luar biasa perjuangan beliau (Bupati) untuk menghadirkan Sekolah Rakyat yang menjadi harapan semua daerah,” papar mantan Kadis Perhubungan Kabupaten Bireuen ini.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 25 Bireuen, Nidia Fitri, SPd dalam sambutannya mengapresiasi Bupati Bireuen, H. Mukhlis dalam menghadirkan SR di Kabupaten Bireuen yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, tidak semua daerah di Indonesia terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan pendidikan di bawah Kementerian Sosial.
“Alhamdulillah, Kabupaten Bireuen mendapat prioritas dari Pemerintah Pusat untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat tahun 2025 bersamaan dengan 64 lokasi lainnya di seluruh Indonesia,” ucap Nidia Fitri yang berasal dari Kecamatan Gandapura.
Nidia Fitri menjelaskan, siswa SR telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama satu bulan sejak 1 September 2025. Dilanjutkan masa pembelajaran.
Untuk kurikulum SR, sebutnya, mengikuti kurikulum nasional. Namun, untuk Aceh, karena daerah otonomi khusus yang melaksanakan Syariat Islam, ditambah kurikulum pesantren. “Nanti kami akan berkoordinasi dengan MPU dan Dinas Pendidikan Dayah untuk menyesuaikan kurikulum khusus ini,” kata Kepala SR Bireuen.
Sementara Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST dalam sambutan dan arahannya menyebutkan, Sekolah Rakyat lahir dari sebuah cita-cita sederhana, namun mulia, mewujudkan pendidikan untuk semua tanpa terkecuali.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di Bireuen, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh dan punya impian mengembangkan diri,” sebutnya.
Lanjutnya, program SR Terintegrasi 25 merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, terutama keluarga prasejahtera.

“Alhamdulillah, dengan dukungan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, serta kerjasama lintas instansi dan masyarakat, Sekolah Rakyat ini mulai berjalan tahun ini sebagai program perintis yang akan kita kembangkan ke depan,” ujar orang nomor satu di Kabupaten Bireuen ini yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Bireuen.
Ia menjelaskan, anak-anak yang belajar di SR bukan hanya diajarkan membaca, menulis dan berhitung. Tetapi juga ditempa menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak dan terampil.
“Kita ingin mencetak generasi Bireuen yang mandiri, cinta tanah air dan siap menghadapi masa depan dengan penuh percaya diri,” kata Bupati Mukhlis.
Bupati juga mengapresiasi tenaga pendidik SR Terintegrasi 25. “Bapak dan ibu adalah ujung tombak perubahan. Tanpa keikhlasan dan dedikasi anda semua, sekolah rakyat ini tidak akan berarti,” katanya.
Kepada orang tua siswa diminta untuk terus memberikan dukungan kepada buah hatinya. “Doakan anak ibu dan bapak yang sedang belajar. Percayalah, dengan pendidikan adalah jalan menuju perubahan nasib dan kemajuan daerah,” imbuhnya.
Terakhir, kepada anak-anak diharapkan agar tekun belajar dan penuh semangat. “Jadilah kebanggaan bagi keluarga dan bagi Kabupaten Bireuen yang kita cintai ini,” pungkasnya.
Saat ini, SR Terintegrasi 25 Bireuen menampung 75 siswa yang berasal dari Kabupaten Bireuen, terdiri 50 siswa jenjang Sekolah Dasar dan 25 siswa jenjang SMA. Berdasarkan jenis kelamin, 32 laki-laki dan 43 perempuan. (Rizanur)










