Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Bireuen Gelar Kegiatan Pembelajaran Audit Maternal Perinatal

KABAR BIREUEN-Pada tahun 2018 kematian ibu dan bayi di Kabupaten Bireuen berada pada urutan ke tiga tingkat Provinsl sebagai penyumbang kematian ibu setelah Pidie dan Aceh Timur, sedangkan kematian bayi berada pada urutan pertama, diikuti oleh pidie, Aceh umur dan Aceh Utara pada tahun 2018.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr. Amir Addani, M.Kes dalam inti laporannya pada pembukaan kegiatan acara sesi pembelajaran Audit Maternal Perinatal (AMP) yang berlangsung  di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Selasa (16/7/2019) pagi.

Amir Addani menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen telah melakukan berbagai upaya untuk akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Akan tetapi masalah AKI dan AKB masih menjadi Unfinished Business (masalah yang belum terselesaikan).

Salah satu upaya yang dijalankan oleh dinas kesehatan Kabupaten Bireuen dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah dengan melakukan Audit Maternal Perinatal (AMP).

Audit Maternal Perinatal merupakan salah satu program upaya Kementerian Kesehatan untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan 1 Kematian Bayi. Kegiatan AMP meliputi audit terhadap kematian ibu pada saat kehamilan, proses persalinan, nifas, serta kematian perinatal dan neonatal pada janin/bayi.

“Kegiatan ini diikuti 110 peserta tediri dari lintas sektor dan lintas program,” jelasnya.

Amir Addani berharap, dengan adanya kegiatan ini, pelayanan kesehatan lebih berkualitas dengan menetapkan prioritas untuk mengatasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.

Sementara itu,  Wakil Bupati Bireuen DR. H. Muzakkar A. Gani SH., M.Si, dalam inti arahannya menyampaikan, masih tingginya angka kematian ibu dan anak menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Akan tetapi masalah AKI dan AKB, salah satunya dengan melaksanakan Audit Maternal Perinatal (AMP) sebagai Survelans Respon.

Melalui Audit Maternal Perinatal diharapkan dapat dilakukan intervensi untuk masing-masing pihak yang diperlukan dan dapat dikembangkan mekanisme koordinasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi terhadap intervensi yang disepakati.

“Dengan kata lain, istilah audit maternal perinatal marupakan kegiatan death and case follow up sehingga diperIukan dukungan dan semua pihak agar Audit Maternal Perinatal dapat dilaksanakan sesuai standar dalam rangka Akselerasi Penurunan AKI dan AKB di Kabupaten Bireuen,” ujar Muzakkar A. Gani.

Kegiatan itu dihadiri Ketua Komisi C DPRK Bireuen, Kepala Dinas, Badan dan Kantor, Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Selanjutnya, Ketua IDI Bireuen Direktur Rumah Sakit Umum dan Swasta, Kepala Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, Organisasi Profesi, Koordinator KIA, Koordinator Bidan Desa, Lembaga Mitra Kerja dan undangan lainnya. (Herman Suesilo).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Brigjen Pol. Latif Usman Resmi Jabat Wakapolda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan memimpin serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda Aceh dari Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo...

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Ibnu Basuki Widodo, menyerahkan...

Peduli Pendidikan Keagamaan, Anggota DPRA Amiruddin Idris Salurkan Paket Al-Qur’an untuk Santri Pesantren Mahasiswa...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Anggota DPRA, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., menyalurkan bantuan paket Al-Qur’an kepada mahasiswa santri Pesantren Mahasiswa Jami’ah Kebangsaan di...

Wagub Aceh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, atau akrab disapa Dek Fadh meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat kerja sama untuk...

Dari Dapur Sendiri: Langkah Sederhana Mengurai Sampah Rumah Tangga dengan Bioremediasi

0
Oleh: Dian Restu Nalia, SE Perencana Ahli Muda Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Bireuen dan Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Universitas...

KABAR POPULER

Arzuna Putra, Bilal Mesjid Besar Peusangan Raih Gelar Magister Pendidikan Agama Islam dengan Predikat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Rektor Universitas Islam Aceh (UIA), Dr Nazaruddin, MA mengukuhkan 227 wisudawan di Kampus UIA, Paya Lipah Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen,...

Edi Obama Ajak Sukseskan Muslim X 2026 dalam Suasana Sejuk, Dorong Transparansi Aset Wakaf...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Tokoh muda masyarakat Peusangan Raya, Edi Saputra atau yang dikenal dengan sapaan Edi Obama, mendesak agar pengelolaan aset wakaf Yayasan...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Kadistanbun Bireuen Hadiri Musyawarah Persiapan Khanduri Rakyat Jelang Musim Tanam Padi di Samalanga

0
KABAR BIREUEN, Samalanga–Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen,  Mulyadi, SE,. M.M menghadiri Musyawarah Rencana Khanduri Rakyat dalam rangka tradisi turun sawah di Balai...

Bawa Dukungan dari 15 Daerah, Sayuti Achmad Resmi Mendaftar sebagai Bakal Calon Ketua PWI...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sayuti Achmad, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe, menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh periode 2026–2031...