Wakil Ketua DPRK Bireuen Drs Muhmmad Arif Tinjau Pembangunan Jetty Kolam Pelabuhan PPI Peudada

KABAR BIREUEN– Wakil Ketua DPRK Bireuen Drs Muhammad Arif meninjau lokasi pembangunan jetty kolam pelabuhan PPI Peudada, Sabtu (13/10/2018).

Politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) tersebut  melihat langsung pengerjaan dan sejauh mana realisasi pembangunan jetty tersebut.

Hal itu  katakannya kepada Kabar Bireuen disela-sela memantau pembangunan jetty dengan anggaran sebesar Rp 3, 1 miliar  tersebut.

“Saya ingin melihat langsung perkembangan pembangunan proyek jetty tersebut, kita menginginkan serapan anggaran dari dana Otsus tahun 2018 tersebut maksimal dan pembangunanya selesai tepat waktu. Sehingga tak mati anggaran,” sebut caleg PNA Dapil 5, Peudada, Jeunieb dan Peulimbang itu.

Dengan pembangunan jetty tersebut, diharapkan akan memberikan manfaat dan keuntungan bagi nelayan yang hendak melaut. Boat-boat besar juga bisa melalui muara tersebut.

Pembangunan jetty kolam pelabuhan PPI Peudada dikerjakan oleh PT Karya Lima Usaha, yang mulai dikerjakan pada 5 September 2018 dan harus selesai pada 20 Desember 2018.

Pantauan Kabar Bireuen, tampak dua escavator berada di lokasi pembangunan jetty tersebut dan terus bekerja. Selain itu juga ada truk pengangkut bantuan.

Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Irwan, SP, M.Si kepada Kabar Bireuen beberapa waktu lalu menyebutkan, jika kolam dermaga barunya selesai dibangun dengan sarana lengkap (tersedia Pom BBM dan pabrik es pengawetan ikan), PPI Peudada tidak hanya disinggahi kapal nelayan Kabupaten Bireuen, tapi juga akan disinggahi kapal nelayan dari luar Kabupaten Bireuen.

Bahkan, akan disinggahi kapal barang lainnya, untuk mengisi bahan bakar dan air bersih.

“Selain itu, akan menjadikan PPI Peudada sebagai kawasan pariwisata bahari yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Kecamatan Peudada,” ujar Irwan.

Selama ini kuala PPI Peudada, katanya, mengalami pendangkalan, sulit dilalui boat ikan berukuran besar. Untuk mengeruk kuala Peudada yang selalu dangkal, tidak akan berhasil, akibat arus sungai Peudada setiap musim penghujan mengalirkan lumpur gunung mengakibatkan dangkalnya kuala PPI Peudada. (Ihkwati)