Terkait Ajakan Kelola Bersama Pulau Bersengketa, HRD Minta Diperjelas Dulu Statusnya Milik Aceh

KABAR BIREUEN, Bireuen – Kedatangan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution ke Aceh beberapa hari lalu untuk membicarakan pengelolaan bersama empat pulau di perbatasan Aceh-Sumut, menuai tanggapan kritis.

Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), menilai wacana itu tidak tepat dibahas saat ini karena status kepemilikan keempat pulau tersebut belum jelas secara hukum.

“Yang perlu diperjelas terlebih dahulu adalah status kepemilikan keempat pulau itu. Sejauh ini, kami meyakini pulau-pulau tersebut milik Aceh,” tegas HRD kepada wartawan saat acara Halal Bihalal Idul Adha 1446 H di kediamannya, Kompleks Meuligoe Residence, Cot Gapu, Kota Juang, Minggu (8/6/2025).

Menurut HRD, secara historis dan administratif, pulau-pulau tersebut masuk dalam wilayah Aceh. Dia menyebut ada bukti kepemilikan sah berupa surat tanah di pulau tersebut yang dikeluarkan pada tahun 1965.

BACA JUGA: Tinjau Empat Pulau Bersengketa di Aceh Singkil, HRD: Ini Harga Diri, Kami Siap Perjuangkan dengan Segala Cara!

“Ada surat tanah tahun 1965 yang sampai sekarang masih tercatat sebagai milik Provinsi Aceh. Tidak ada nama Sumatera Utara di dalamnya,” ungkap politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

HRD juga mengimbau media dan masyarakat agar tidak memperkeruh suasana. Dia menyatakan, permasalahan ini harus diselesaikan melalui jalur hukum, termasuk kemungkinan menggugat Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Ini menyangkut hukum. Maka kami akan menempuh jalur PTUN atas SK Kemendagri tersebut. Semua pihak harus saling bahu-membahu, baik melalui kerja politik maupun lobi-lobi di tingkat pusat. Gubernur Aceh juga jangan tinggal diam. Harus segera bertindak sebelum masyarakat bergerak,” seru HRD dengan nada serius.

Dia bahkan menyinggung pentingnya kesadaran kolektif masyarakat Aceh dalam mempertahankan wilayah. Harus kompak dan jangan ada yang tidak sejalan.

“Kalau ada masyarakat Aceh yang mengatakan pulau itu tidak penting, maka patut dipertanyakan dari mana asal usulnya. Ini soal harta milik kita. Dalam Islam, harta yang kita miliki wajib dipertahankan dan jangan sampai diambil orang lain,” jelas HRD.

BACA JUGA: Mahasiswa FISIP USK Desak Pemerintah Klarifikasi Terkait Polemik Empat Pulau di Aceh Singkil: Ini Soal Identitas Rakyat Aceh! 

Lebih lanjut, HRD menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil telah mengalokasikan anggaran untuk wilayah pulau tersebut. Bukti fisik juga disebutnya sangat kuat, mulai dari tugu, kebun kelapa milik warga Aceh, hingga kuburan yang menunjukkan aktivitas masyarakat Aceh di pulau itu.

“Sumut tidak memiliki bukti kepemilikan. Kita punya banyak bukti otentik bahwa pulau itu milik Aceh secara sah dan historis,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, HRD mendesak Gubernur Aceh untuk segera duduk bersama pemerintah pusat, bahkan dengan Presiden, guna meluruskan kesalahan administratif yang sudah terjadi.

“Kami di DPR RI sudah melakukan kunjungan spesifik ke lokasi dan menemukan ada kesalahan serius yang perlu diluruskan kembali,” ujar HRD. (Suryadi)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Ziarah Nasional, Bupati Bireuen Serahkan Bantuan Sosial kepada Ahli Waris Kolonel Husein Jusuf

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melaksanakan upacara ziarah nasional dan tabur bunga di makam Kolonel (Purn) Husein Jusuf dan istrinya, Letda (Purn)...

Polda Aceh Pastikan Situasi Usai Zikir Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 Kembali Kondusif

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh— Polda Aceh memastikan situasi setelah pelaksanaan zikir dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda...

Bupati Bireuen Letakkan Batu Pertama Pembangunan 34 Unit Rumah Layak Huni

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di tiga lokasi berbeda di Kabupaten...

Bupati Bireuen Kukuhkan 35 Anggota Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir, H, Mukhlis, ST mengukuhkan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026, di Aula Lama Setdakab...

Peringati Hari Damai Aceh, Dinsos Bireuen Santuni Keluarga Almarhum Nek Amat

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Memperingati Hari Damai Aceh, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bireuen menunjukkan kepedulian kepada keluarga almarhum Sunardi alias Nek Amat, salah seorang...

KABAR POPULER

Bupati Bireuen Kukuhkan 35 Anggota Paskibraka 2026

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Bupati Bireuen, Ir, H, Mukhlis, ST mengukuhkan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026, di Aula Lama Setdakab...

Calon Paskibraka Bireuen Gladi Bersih Upacara HUT ke-81 RI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bireuen 2026 melakukan gladi bersih...

Peringati Hari Damai Aceh, Dinsos Bireuen Santuni Keluarga Almarhum Nek Amat

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Memperingati Hari Damai Aceh, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bireuen menunjukkan kepedulian kepada keluarga almarhum Sunardi alias Nek Amat, salah seorang...

Polda Aceh Pastikan Situasi Usai Zikir Peringatan Hari Damai Aceh Ke-21 Kembali Kondusif

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh— Polda Aceh memastikan situasi setelah pelaksanaan zikir dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda...

215 Personel Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh Amankan Expo Hari Damai Aceh ‎

0
‎KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh diturunkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka memperingati Hari...