Sabtu, 2 Mei 2026

Mahasiswa FISIP USK Desak Pemerintah Klarifikasi Terkait Polemik Empat Pulau di Aceh Singkil: Ini Soal Identitas Rakyat Aceh! 

KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polemik kepemilikan empat pulau di wilayah Aceh Singkil yang secara administratif kini tercatat sebagai bagian dari Provinsi Sumatera Utara, turut menuai sorotan serius dari kalangan akademisi.

Kepala Departemen Sosial, Politik, dan Mahasiswa (Sospolma) FISIP Universitas Syiah Kuala (USK), Ammar Malik Nabil, mendesak pemerintah segera memberikan klarifikasi resmi dan terbuka kepada publik. Dia menilai, persoalan ini bukan sekadar teknis administratif, melainkan menyentuh ranah psikologis dan identitas masyarakat Aceh.

Empat pulau yang dimaksud adalah Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek. Keempatnya dikabarkan telah masuk dalam wilayah administrasi Sumatera Utara berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, tanpa melalui prosedur yang jelas maupun komunikasi terbuka dengan Pemerintah Aceh dan warga setempat.

“Ini memang terlihat sebagai hal teknis atau birokratis, tetapi kenyataannya telah menimbulkan keresahan, kebingungan, dan luka psikologis di tengah masyarakat Aceh. Jangan abaikan dampak psikologis dan institusionalnya,” ujar Ammar kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

Dia menegaskan, persoalan ini tidak bisa dianggap remeh. Munculnya anggapan bahwa wilayah tersebut diserahkan begitu saja’ tanpa perjuangan, menurutnya mencerminkan rasa ketimpangan perhatian dari pemangku kebijakan terhadap masyarakat Aceh, terutama di kawasan perbatasan seperti Aceh Singkil.

Kritik juga diarahkan pada lemahnya transparansi dari pemerintah. Ammar menyayangkan minimnya penjelasan resmi dari instansi terkait, sementara di sisi lain informasi simpang siur terus berkembang dan menciptakan kebingungan publik.

“Ini mempertegas lemahnya koordinasi antarlembaga dan absennya komunikasi publik yang bertanggung jawab. Masyarakat berhak mendapatkan kejelasan dan kepastian hukum, terlebih ketika menyangkut batas wilayah dan identitas mereka,” tegasnya.

BACA JUGA: Tinjau Empat Pulau Bersengketa di Aceh Singkil, HRD: Ini Harga Diri, Kami Siap Perjuangkan dengan Segala Cara!

Lebih lanjut, Ammar menekankan, keempat pulau tersebut bukan hanya wilayah geografis, melainkan bagian dari sejarah dan memori kolektif masyarakat Aceh. Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek selama ini memiliki nilai historis dan keterikatan emosional dengan warga setempat.

“Keberadaan mereka bukan baru kemarin. Ini bagian dari memori sosial dan jaringan budaya yang selama ini berada dalam lingkup Aceh,” tambahnya.

Ammar juga mengingatkan, lambannya respons pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, mencerminkan persoalan struktural yang lebih luas: lemahnya perlindungan terhadap masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan yang kerap luput dari perhatian dalam pengambilan keputusan kebijakan publik.

Untuk itu, pihaknya mendesak pemerintah agar segera memberikan klarifikasi resmi dan mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini, demi menjaga stabilitas sosial dan martabat sejarah masyarakat Aceh.

“Klarifikasi ini sangat penting untuk meredakan keresahan publik dan mencegah konflik horizontal di masa depan. Dan lebih dari itu, ini soal menghormati sejarah dan identitas rakyat Aceh,” pungkas Ammar Malik Nabil. (Red) 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Dirjen LIP Apresiasi Anggota DPR TA Khalid Atas Percepatan Rehab Lahan Pertanian Paska Bencana

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Direktur Jenderal Lahan Dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementerian Pertanian RI Dr Ir Hermanto MP mengapresiasi Anggota Komisi IV DPR...

Gen Z Melek Investasi, BSI Hadirkan Cicil Emas lewat BYOND

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Tren kepemilikan emas menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk berinvestasi dengan aman dan mudah dijangkau. Menjawab keinginan dan kebutuhan...

Jelang May Day 2026, Polda Aceh Simulasikan Pengamanan dan Pelayanan Humanis

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh menggelar simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada peringatan Hari...

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Pastikan Percepatan Pembangunan, Bupati Bireuen Tinjau Progres Empat Proyek Infrastruktur APBN

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, turun langsung ke lapangan meninjau progres empat proyek infrastruktur vital yang dibiayai APBN, Rabu (29/4/2026). Peninjauan...

KABAR POPULER

Sisa Uang Pengganti dari Terpidana Muslem Syamaun, Kajari Bireuen: Tunggu Jadwal Pelelangan KPKNL

0
KABAR BIREUEN,Bireuen- Terkait perkembangan Tindak Lanjut Uang Pengganti (UP) Terpidana Muslem Syamaun S.Sos dalam kasus penggelapan Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)...

Jelang May Day 2026, Polda Aceh Simulasikan Pengamanan dan Pelayanan Humanis

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh – Polda Aceh menggelar simulasi Sistem Pengaman Kota (Sispamkota) sebagai bentuk kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada peringatan Hari...

Rp22,1 Miliar Jadup untuk Korban Banjir di Bireuen Mulai Dicairkan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mulai menyalurkan bantuan jatah hidup (jadup) bagi korban banjir dan tanah longsor dengan total anggaran mencapai...

Momentum PID 2026, Pemkab Bireuen Beri Penghargaan kepada 50 Anak Berstatus Imunisasi Dasar Lengkap

0
KABAR BIREUEN, Bireuen -  Sebanyak 50 anak dengan status Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bersama lima penanggung jawab program imunisasi menerima piagam penghargaan dari Pemerintah...

Dedikasinya untuk Pendidikan, Dokter Athaillah A Latief Dianugerahi Penghargaan Sahabat PWI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Atas dedikasi dan kontribusinya yang konsisten dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen, dr. Athaillah A. Latief, Sp.OG, dianugerahi penghargaan...