KABAR BIREUEN– Juara sepakbola Liga Muda Fossbi U-11 zona Aceh, Sekolah Sepak Bola (SSB) Bijeh Mata Cot Rabo, Peusangan, Kabupaten Bireuen gagal mengikuti ajang yang sama mewakili Aceh ke tingkat Nasional yang digelar di Bandung bulan September ini.
Manejer SSB Bijeh Mata Darmawan kepada Kabar Bireuen, Jumat siang (31/8/2018) mengatakan, hal ini disebabkan timnya tidak memiliki dana serta tidak adanya bantuan dari pihak manapun.
“Kami gagal ikut serta di tingkat nasional, karena kami tidak memiliki dana yang dibutuhkan puluhan juta rupiah,” jelas Darmawan.
Dikatakannya, panitia Liga Muda Fossbi Nasional tidak menanggung biaya apapun untuk tim yang ikut serta, bahkan tim yang ikut serta harus membayar biaya pendaftaran berkisar Rp 1,5 juta.
Hal yang sama juga dialami saat timnya mengikuti laga penyisihan Fossbi zona Aceh baru-baru ini di Panton Labu, Aceh Utara. Panitia juga tidak menanggung biaya kontribusi apapun bagi tim yang ikut serta.
Untuk minum-minum pemain disaat bertandingpun, ungkap Darmawan, panitia tidak menyediakan, padahal setiap tim yang ikut serta membayar biaya pendaftaran ke panitia pelaksana Rp 300 ribu per tim.
“SSB Bijeh Mata keluar sebagai juara pertama di zona Aceh hadiah yang diterima dari panitia berupa piala dan uang pembinaan Rp 600 ribu,” jelas Darmawan.
Menurutnya, kekecewaan anak-anak asuhan duet pelatih Azmar Fonna dan Zulfadli ini, gagal ikut di tingkat Nasional sudah jelas ada, termasuk orang tua mereka.
“Namun setelah kita memberi pengertian, Alhamdulillah mereka memakluminya,” ujar Darmawan.
Fossbi yang menjadi wadah SSB (Sekolah Sepak Bola). Tambah Darmawan. Dengan tujuan membina usia dini dan usia muda , tidak mendukung anggaran untuk keperluan tim bertanding. (Herman Suesilo)











