Selamatkan 6.800 Hektare Sawah di Bireuen, HRD Minta Kementerian PU Secepatnya Perbaiki Bendungan Pante Lhong

KABAR BIREUEN, Juli – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), minta pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secepatnya memperbaiki Bendungan Irigasi Pante Lhong di Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, yang rusak berat akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Kerusakan bendungan tersebut mengancam keberlangsungan pertanian di tujuh kecamatan dalam Kabupaten Bireuen dan berpotensi membuat ribuan petani kehilangan mata pencaharian.

Bendungan yang selama ini mengairi sekitar 6.800 hektare sawah itu, kini tidak lagi berfungsi optimal. Aliran sungai berubah arah akibat terjangan banjir, membuat sisi utara bendungan kering dan tertutup lumpur, sementara aliran air justru mengalir deras ke sisi selatan. Kondisi ini menyebabkan sistem irigasi lumpuh total.

Tak hanya itu, derasnya arus juga menggerus bantaran sungai di kedua sisi. Sejumlah rumah warga di bagian selatan sungai dilaporkan roboh dan terseret arus banjir. Sejumlah saluran irigasi utama pun hancur, memperparah dampak terhadap sektor pertanian masyarakat.

BACA JUGA: Dua Ribu Hektare Sawah dan Tujuh Irigasi Rusak di Bireuen, Bupati Mukhlis Ungkap Risiko Lonjakan Kemiskinan

Melihat kondisi tersebut, HRD bersama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, turun langsung meninjau lokasi bendungan pada Kamis (1/1/2026) sore.

HRD menegaskan, keterlambatan penanganan akan berdampak serius terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Bireuen.

“Kalau bendungan ini tidak segera diperbaiki, petani tidak bisa turun ke sawah. Ribuan hektare lahan akan terbengkalai dan petani terancam jatuh miskin. Negara harus hadir dan bergerak cepat,” tegas HRD.

HRD bersama Menteri PU, Dody Hanggodo dan jajarannya di Bendungan Irigasi Pante Lhong.  (Foto: Staf HRD)

Dia menyampaikan, perbaikan darurat harus segera dilakukan, sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh agar aktivitas pertanian bisa kembali berjalan.

“Kami bersama Menteri PU berkomitmen mempercepat penanganan. Yang terpenting sekarang, air kembali mengalir ke sawah agar petani bisa segera menanam,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan pemerintah pusat akan menangani kerusakan bendungan melalui skema tanggap darurat dengan dukungan anggaran dari APBN.

BACA JUGA: HRD Bersama Pejabat Kementerian PU Terobos Akses Terputus, Bawa Bantuan dan Percepat Perbaikan Infrastruktur

“Kami akan langsung menurunkan tim untuk penanganan darurat melalui sistem padat karya. Perbaikan akan dilakukan bersamaan dengan penyusunan desain baru agar prosesnya lebih cepat dan efektif,” kata Dody.

Dia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memulihkan sektor pertanian yang terdampak banjir.

“Untuk sawah yang rusak, kami akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian. Pemerintah siap memperbaiki agar petani bisa kembali berproduksi,” jelasnya. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Direktur Penais Kemenag RI Hadiri Peringatan Hari Santri di Pesantre Modern Al Zahrah

0
KABAR BIREUEN, Juli - Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menghadiri peringatan...

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...

Kolaborasi Faperta UNIKI dengan Desa Kalasegi, Buka Peluang Ekonomi Baru Berbasis Wisata

0
KABAR BIREUEN, Aceh Tengah – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) melalui Fakultas Sains Pertanian dan Peternakan (Faperta) mendorong pengembangan potensi wisata Desa Kalasegi, Aceh...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Lahirkan Kader Ulama Muda Berprestasi, PKU Tahun 2026 Berakhir Sukses

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang– Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026 telah berakhir sukses dengan melahirkan kader ulama muda yang berprestasi. Kegiatan yang digelar Majelis Permusyawaratan...

KABAR POPULER

Sejumlah Keuchik di Jangka Serukan Transparansi Harta Wakaf dan Musyawarah Terbuka demi Masa Depan...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepedulian terhadap masa depan Yayasan Almuslim Peusangan makin menguat. Sejumlah keuchik di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen mengharapkan proses pergantian kepemimpinan...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...

Kunjungan Pasien RSUD dr Fauziah Bireuen Meningkat, Direktur: Semua Pasien Dilayani Sesuai Tingkat Kegawatdaruratan

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Manajemen RSUD dr Fauziah Bireuen memastikan tidak ada pasien yang diabaikan atau ditelantarkan, meskipun saat ini sedang menghadapi peningkatan jumlah...