Sabtu, 17 Januari 2026

Selamatkan 6.800 Hektare Sawah di Bireuen, HRD Minta Kementerian PU Secepatnya Perbaiki Bendungan Pante Lhong

KABAR BIREUEN, Juli – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H. Ruslan Daud (HRD), minta pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secepatnya memperbaiki Bendungan Irigasi Pante Lhong di Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, yang rusak berat akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.

Kerusakan bendungan tersebut mengancam keberlangsungan pertanian di tujuh kecamatan dalam Kabupaten Bireuen dan berpotensi membuat ribuan petani kehilangan mata pencaharian.

Bendungan yang selama ini mengairi sekitar 6.800 hektare sawah itu, kini tidak lagi berfungsi optimal. Aliran sungai berubah arah akibat terjangan banjir, membuat sisi utara bendungan kering dan tertutup lumpur, sementara aliran air justru mengalir deras ke sisi selatan. Kondisi ini menyebabkan sistem irigasi lumpuh total.

Tak hanya itu, derasnya arus juga menggerus bantaran sungai di kedua sisi. Sejumlah rumah warga di bagian selatan sungai dilaporkan roboh dan terseret arus banjir. Sejumlah saluran irigasi utama pun hancur, memperparah dampak terhadap sektor pertanian masyarakat.

BACA JUGA: Dua Ribu Hektare Sawah dan Tujuh Irigasi Rusak di Bireuen, Bupati Mukhlis Ungkap Risiko Lonjakan Kemiskinan

Melihat kondisi tersebut, HRD bersama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, turun langsung meninjau lokasi bendungan pada Kamis (1/1/2026) sore.

HRD menegaskan, keterlambatan penanganan akan berdampak serius terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Bireuen.

“Kalau bendungan ini tidak segera diperbaiki, petani tidak bisa turun ke sawah. Ribuan hektare lahan akan terbengkalai dan petani terancam jatuh miskin. Negara harus hadir dan bergerak cepat,” tegas HRD.

HRD bersama Menteri PU, Dody Hanggodo dan jajarannya di Bendungan Irigasi Pante Lhong.  (Foto: Staf HRD)

Dia menyampaikan, perbaikan darurat harus segera dilakukan, sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh agar aktivitas pertanian bisa kembali berjalan.

“Kami bersama Menteri PU berkomitmen mempercepat penanganan. Yang terpenting sekarang, air kembali mengalir ke sawah agar petani bisa segera menanam,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan pemerintah pusat akan menangani kerusakan bendungan melalui skema tanggap darurat dengan dukungan anggaran dari APBN.

BACA JUGA: HRD Bersama Pejabat Kementerian PU Terobos Akses Terputus, Bawa Bantuan dan Percepat Perbaikan Infrastruktur

“Kami akan langsung menurunkan tim untuk penanganan darurat melalui sistem padat karya. Perbaikan akan dilakukan bersamaan dengan penyusunan desain baru agar prosesnya lebih cepat dan efektif,” kata Dody.

Dia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memulihkan sektor pertanian yang terdampak banjir.

“Untuk sawah yang rusak, kami akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian. Pemerintah siap memperbaiki agar petani bisa kembali berproduksi,” jelasnya. (Suryadi) 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Tempuh Akses Sulit, Relawan Mapala ALASKA Umuslim Dampingi Pendidikan Anak Korban Bencana di Pengungsian

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Di tengah keterbatasan akses dan rusaknya infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor, relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan...

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PC APRI Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya Dikukuhkan, Ketua PW: APRI Harus Bermanfaat...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Aceh kembali melaksanakan agenda pengukuhan Pengurus Cabang (PC) APRI di...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

KABAR POPULER

Panen Melimpah Pascabencana, Durian Bener Meriah Banjiri Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen — Pascabencana banjir dan tanah longsor, sekarang di Kabupaten Bener Meriah sedang musim panen durian. Panen durian yang melimpah di wilayah...

Pulihkan Kehidupan dan Pendidikan Korban Banjir, Muhammadiyah Luncurkan 48 Hunian Darurat serta Sekolah Darurat...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memperkuat respons kemanusiaan pascabanjir di Kabupaten Bireuen dengan meluncurkan pembangunan 48 unit hunian darurat (hundar)...

PMI Bireuen Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang

0
KABAR BIREUEN, Kuta Blang - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen salurkan bantuan perlengkapan sekolah untuk SDN 11 Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Kamis (15/1/2026). Bantuan...

Camat Peusangan: Korban Banjir di Pante Lhong Tidak Butuh Huntara

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Warga korban banjir dan tanah longsor di Gampong (Desa) Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, tidak membutuhkan hunian sementara (huntara). Hal...

Peringati Isra Miraj di Tengah Bencana, Pemkab Bireuen Ajak Warga Perkuat Shalat dan Ketakwaan

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di tengah suasana keprihatinan akibat bencana...