Dua Ribu Hektare Sawah dan Tujuh Irigasi Rusak di Bireuen, Bupati Mukhlis Ungkap Risiko Lonjakan Kemiskinan

KABAR BIREUEN, Bireuen – Kerusakan sektor pertanian akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada 26 November 2025 menjadi ancaman serius bagi kehidupan ekonomi masyarakat.

Sedikitnya 2.000 hektare sawah rusak berat dan tujuh irigasi hancur. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan angka kemiskinan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, pada acara Ngopi Pagi: Sinergi dan Kolaborasi Pemkab Bireuen dengan Pers Pasca Bencana Banjir dan Tanah Longsor untuk Pemulihan dan Kebangkitan, di Meuligoe Bireuen, Rabu (31/12/2025).

Menurut Mukhlis, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak akibat banjir. Ribuan hektare sawah tertimbun lumpur dan tak bisa lagi digarap, sementara sebagian lainnya hanya bergantung pada curah hujan karena irigasi rusak parah.

BACA JUGA: Diterjang Banjir, Puluhan Rumah Warga Alue Kuta Hanyut ke Laut dan Permukiman Berubah Jadi Kuala

“Sekitar 2.000 hektare sawah rusak berat dan tertimbun sedimen. Dari total sekitar 15 ribu hektare lahan sawah di Bireuen, hampir separuhnya kini rusak dan tidak produktif,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, tujuh irigasi mengalami kerusakan serius akibat derasnya arus banjir, salah satunya Bendung Irigasi Pante Lhong yang selama ini mengairi sekitar 6.000 hektare lahan pertanian warga.

“Kalau ini tidak segera ditangani, dampaknya sangat besar. Pendapatan petani menurun, produksi pangan terganggu, dan risiko kemiskinan semakin tinggi,” ujar Mukhlis.

Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST, menyampaikan keterangannya pada acara Ngopi Pagi Sinergi dan Kolaborasi Pemkab Bireuen bersama Pers Pasca Bencana Banjir dan Tanah Longsor, di Meuligoe Bireuen, Rabu (31/12/2025). (Foto: Suryadi/Kabar Bireuen)

Selain sektor pertanian, banjir juga mengakibatkan kerusakan luas pada permukiman warga. Berdasarkan data sementara, sekitar 16 ribu unit rumah terdampak, lebih dari 3 ribu unit di antaranya mengalami kerusakan berat, bahkan sebagian hilang terseret arus banjir.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur penghubung antarwilayah. Sedikitnya delapan jembatan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan mengalami kerusakan, masing-masing di Cot Ara, Pante Lhong, Teupin Reudeup, Ulee Jalan, Teupin Mane, Alue Limeng, Salah Sirong, dan Pante Peusangan.

Meski demikian, Mukhlis menyampaikan, berkat kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, dan para pengusaha, akses ke wilayah-wilayah yang sempat terisolasi kini telah kembali terbuka.

“Semua daerah sudah kembali terhubung. Ini hasil kerja bersama semua pihak,” katanya.

BACA JUGA: Bantuan Kementan dan Bapanas Melalui PMI untuk Pengungsi Banjir di Bireuen Telah Didistribusikan

Dia menambahkan, meski jumlah pengungsi mulai berkurang, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, termasuk pangan, air bersih, dan stabilitas harga.

“Pelayanan yang kami berikan mungkin belum sempurna, tetapi kami terus berupaya agar dapur warga tetap mengepul. Pemulihan pascabencana ini sangat berat, terutama dari sisi ekonomi,” ujar Mukhlis.

Menghadapi besarnya dampak kerusakan, Bupati Mukhlis menegaskan, dukungan Pemerintah Pusat sangat dibutuhkan agar pemulihan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat Bireuen dapat segera dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Suryadi) 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Gubernur Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), melantik Taufik, S.T., M.Si., sebagai Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dalam prosesi pelantikan...

Menang Drama Adu Penalti, Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Tim Kecamatan Jangka meraih kemenangan 5-4 atas Kecamatan Kota Juang lewat adu penalti pada laga semifinal Kejuaraan Sepak Bola Antar...

Umuslim dan Polres Bireuen Jalin Kerja Sama, Fokus Edukasi Hukum hingga Pencegahan Narkoba

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Almuslim (Umuslim) Peusangan, Kabupaten Bireuen, menjalin kerja sama dengan Kepolisian Resor (Polres) Bireuen untuk memperkuat edukasi hukum, mencegah penyalahgunaan...

Bantu UMKM Berkembang, Yah Fud Salurkan Peralatan Usaha untuk 20 Wirausaha Pemula di Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Jeumpa – Sebanyak 20 wirausaha pemula (WP) di Kabupaten Bireuen menerima bantuan peralatan usaha dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil...

DPMTSP Bireuen Raih Penghargaan Sangat Baik dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, Bupati Mukhlis Beri...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) meraih penghargaan kategori Sangat Baik dari Kementerian...

KABAR POPULER

Jalaluddin Mantan Pj. Bupati Bireuen Kini Jabat Wakil Rektor III UNIKI

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Mantan Penjabat (Pj.) Bupati Bireuen, Dr. Jalaluddin, S.H., M.M., kini dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor III Universitas Islam Kebangsaan Indonesia...

Menang Drama Adu Penalti, Jangka Melaju ke Final Piala Bupati Bireuen 2026

0
KABAR BIREUEN, Kota Juang -Tim Kecamatan Jangka meraih kemenangan 5-4 atas Kecamatan Kota Juang lewat adu penalti pada laga semifinal Kejuaraan Sepak Bola Antar...

Inovasi Air Buangan untuk Sawah Petani, Kadistanbun Bireuen Dampingi TA Khalid Kunjungi Water Intake...

0
KABAR BIREUEN,Kuta Blang – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., mendampingi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. H....

Perkuat Perkaderan, HMI Bireuen Gelar Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam di Krueng Simpo

0
KABAR BIREUEN, Juli - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bireuen menggelar kegiatan Follow Up Pamungkas dan Kenduri Alam bagi kader dan keluarga besar di...

TA Khalid: Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Harga Pupuk Bersubsidi Paling Murah

0
KABAR BIREUEN, Peusangan - Mulai tahun 2025, Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat pengecer sebesar 20 persen. "Pada masa Presiden...