Plt Kadis Pekerjaan Umum Bireuen, Fadli Amir ST

KABAR BIREUEN – Sejumlah ruas saluran irigasi dalam Daerah Irigasi (DI) Pante Lhong dilaporkan terjadi kerusakan, berdampak terganggunya jadwal turun sawah Musim Tanam (MT) Gadu tahun 2020. Dan ribuan hektar sawah terancam gagal tanam.

Kerusakan ruas saluran irigasi Daerah Irigasi Pante Lhong terjadi di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Juli, Jeumpa, Kota Juang dan Peusangan.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen, Fadli Amir, ST yang ditemui Kabar Bireuen, Rabu (3/6/2020) di Meuligoe Bireuen membenarkan adanya kerusakan saluran irigasi di sejumlah titik.

“Benar. Ada lima titik saluran irigasi dalam D.I Pante Lhong yang rusak. Sudah kami laporkan kepada Bapak Plt Bupati Bireuen dan ke Balai (Balai Wilayah Sungai I Aceh). Dan orang balai sudah turun ke lokasi,” kata Fadli Amir.

Menurutnya, Pemkab Bireuen memberikan waktu satu minggu kepada balai untuk melakukan perbaikan kerusakan saluran irigasi. Bila tidak, lanjutnya, Pemkab Bireuen harus mengambil langkah lain agar jadwal turun sawah tidak bergeser lagi.

Fadli juga merincikan data kerusakan saluran irigasi di Kabupaten Bireuen, yaitu :

Saluran Blang Seupeng, Kecamatan Jeumpa. Talang Abeuk Usong, Saluran Mns Seupeng (Awe Tabeu), Saluran BPD 5 – BPD 7 Blang Seupeng kerusakan lening saluran sepanjang 30 meter.

Selanjutnya saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Pante Lhong yang rusak :

Lokasi : Desa Paya Cut, Kecamatan Peusangan. Ruas : BPL7 – BPL8 rusak dinding saluran, tanggul longsor yang akan mengakibatkan terputusnya suplai air untuk persawahan 1.935,80 Ha.
Kerusakan : +-60.00 meter.

Lokasi : Desa Blang Seupeng dan Abeuk Usong, Kecamatan Jeumpa.
Ruas : BPD7 – BPD8. Lening saluran rusak, tanggul longsor yang akan mengakibatkan terputusnya suplai air untuk persawahan 145,10 Ha. Kerusakan : 14.00 meter.

Lokasi : Blang Tingkeum, Kecamatan Kota Juang
Ruas : BPK3 – BPK4. Tanggul saluran longsor yang akan mengakibatkan terputusnya jalan inspeksi. Kerusakan : 40.00 meter.

Lokasi : Desa Keude Dua, Kecamatan Juli. Ruas : BP.1 – BPG1
Bangunan Kros Drain Sumbat dikarenakan lantai dan dinding rusak.

Sementara Ketua Keujeruen Blang Kabupaten Bireuen H Yusri Abdullah pada Rabu (3/6/2020) mengatakan tidak akan gagal tanam tahun ini, apalagi di Bireuen ada program kerjasama dengan Panglima TNI seluas 5.000 hektar.

Sebut Yusri, pintu air sudah dibuka sekitar 20 cm, namun debit airnya kecil. “Kalau dibuka besar bisa mengganggu daya tanggul irigasi seperti di tempat yang telah rusak,” sebutnya.

Dirinya sudah membicarakan hal itu dengan Plt Bupati Bireuen , dijanjikan akan membicarakan dengan pihak terkait.

“Ini (tanggung jawab) pemeliharaan irigasi di Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai I Aceh,” katanya.

Ungkap Yusri Abdullah dana untuk memperbaiki titik titik rusak sudah tersedia, tapi sebutnya terhambat karena Covid-19. Pun begitu karena tidak menunggu kondisi normal akan dilakukan secara darurat atau ditangani melalui gotong royong.

“Yang pasti tanam kali ini tidak boleh terganggu. Ini komitmen Plt Bupati Bireuen Muzakkar A Gani,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, Plt Bupati Bireuen Dr. H. Muzakkar A Gani, SH MSi menetapkan jadwal turun ke sawah Musim Tanam (MT) Gadu tahun 2020. Penetapan tersebut tertuang dalam surat Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bireuen nomor 520/ 358/ 2020, tanggal 15 April 2020.

Dalam surat tersebut diuraikan jadwal turun ke sawah MT Gadu tahun 2020 sebagai berikut :

Kenduri blang/ gotong royong jadwalnya disesuaikan dengan keadaan setempat.

Kemudian pembersihan saluran jadwalnya juga disesuaikan dengan keadaan setempat.

Pembukaan pintu air dimulai 25 April 2020. Pengolahan tanah mulai 19 April – 12 Mei 2020.

Untuk semai benih mulai 13 Mei – 25 Mei 2020, dilanjutkan tanam sejak 2 Juni – 25 Juni 2020.

Penutupan pintu air akan dilakukan pertengahan september 2020. Sedangkan jadwal panen diperkirakan awal oktober 2020. (Rizanur/*)

BAGIKAN