KABAR BIREUEN, Peudada– Ratusan hektare sawah di Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen terancam puso akibat Waduk Paya Laot dan waduk lainnya mengering sejak dua bulan lalu.
Pantauan Kabar Bireuen pada Senin (25/8/2025), tanaman padi di areal persawahan di Gampong (Desa) Pulo Ara, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen mengalami puso, tanaman padi yang sedang berbulir dan siap panen tidak menghasilkan gabah berisi.
Sebagian petani harus pasrah tanaman padi mereka gagal panen.
Kondisi tersebut terjadi karena Waduk Paya Laot seluas 5 hektar di Gampong Pulo Ara, Peudada, mengalami kekeringan sejak dua bulan lalu.
Padahal, waduk ini adalah sumber air untuk ratusan hektare sawah, sehingga tanaman padi yang sedang berbuah atau menunggu panen terancam rusak.

Waduk tersebut tampak kering kerontang. Tanah pada waduk mulai retak akibat kekeringan.
Sementara di pinggir waduk, kini telah ditumbuhi rerumputan dan semak belukar. Bahkan dimanfaatkan untuk dijadikan lapangan bola.
Menurut beberapa warga setempat, Waduk Paya Laot tersebut merupakan tempat penampungan air untuk dialiri ke ratusan hektare sawah di Peudada.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen, Mulyadi SE MM kepada Kabar Bireuen, Rabu (27/8/2025) menyebutkan, Waduk Paya Laot sumber airnya yaitu dari air hujan.
Waduk tersebut menampung air hujan, namun sejak dua bulan lalu memasuki musim kemarau, banyak waduk alam mengalami kekeringan karena kemarau panjang.
Terkait areal persawahan yang mengalami puso dan terancam gagal panen, pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai konfisi tersebut.
“Para penyuluh sudah melaporkan terkait hal itu dan sudah kami teruskan ke Provinsi. Menyangkut dengan bantuan kepada petani jika mengalami gagal panen, sampai sekarang belum ada arahan,” sebut Mulyadi. (Ihkwati)











