KABAR BIREUEN – Sejumlah pedagang Hari Pekan di Kecamatan Jeunieb mengeluhkan tidak kebagian lapak, akibat rak-rak pedagang yang berjualan sore hari menumpuk dan dipindahkan.

Tak hanya itu, akibat tumpukan rak pegadang di kota Jeunieb tersebut, juga terlihat semraut, jorok dan mengganggu keindahan kota.

Karena itu, pedagang Uroe Peukan yang biasanya beraktivitas setiap Kamis, mengharapkan pihak terkait dan haria setempat menertibkan rak-rak pedagang.

Hal itu seperti diungkapkan sejumlah peagang Hari Pekan kepada Kabar Bireuen, Kamis (4/2/2021), yang tak kebagian tempat berjualan sehingga terpaksa pulang.

“Rak bekas jualan pedagang sore hari dibiarkan begitu saja, sehingga tampak semraut dan mengganggu pedagang Hari Peukan. Karena tak dipindahkan, sehingga lapak orang jualan hari pekan tak ada lagi, dan juga terkesan jorok. Mohon kiranya pihak terkait dapat mengambil tindakan,” harap mereka.

Dikatakannya, rak-rak tersebut milik pedagang sore yang berjualan dari pukul 16.00 WIB sampai tengah malam.

Pagi hari, rak tersebut tidak dipindahkan, sehingga pedagang di Hari Pekan tidak dapat berniaga.

“Petugas haria tidak mengambil tindakan, seharusnya pihak terkait dari  kecamatan atau Satpol PP dapat mengambil tindakan seperti di Kecamatan Peudada kemarin. Ini demi keindahan kota dan menghidupkan Hari Pekan di Jeunieb. Banyak pedagang yang putar balik alias pulang karena tidak ada tempat berdagang,” ungkapnya.

Hal tersebut sudah berlangsung hampir tiga bulan rak pedagang tidak dipindahkan, sebelumnya  petugas haria lama tegas, rak harus dipindahkan.

“Tapi petugas haria yang sudah berganti sekarang kurang mengambil tindakan, tegas dan tidak mengatur, hanya sore hari datang mengutip uang,” jelasnya. (Ihkwati)