Progress Fisik Baru 35 Persen, HRD Kecewa pada Kinerja Kontraktor Rehabilitasi Bendung Krueng Pase

KABAR BIREUEN – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB asal Aceh, H. Ruslan M. Daud, S.E., M.A.P, kecewa atas kinerja kontraktor pelaksana proyek rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase, Aceh Utara yang sangat lambat. Meski pelaksanaannya telah berjalan selama 18 bulan, namun progress rehabilitasi bendung tersebut baru terealisasi sekitar 35 persen.

H. Ruslan M. Daud (HRD) menyampaikan kekecewaannya itu saat meninjau Bendung DI Krueng Pase, di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, bersama pejabat dari Kementerian PUPR RI, Sabtu (28/1/2023).

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama Kementerian PUPR meninjau kembali Bendung Krueng Pase, dalam rangka melihat progress sekaligus mendorong untuk percepatan pelaksanaannya. Dari apa yang kita lihat hari ini, jelas sangat mengecewakan kondisi pekerjaannya,” ujar HRD.

Dikatakan Kapoksi V Fraksi PKB ini, kontraktor pemenang tender proyek rehab Bendung Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase tidak profesional, sehingga pekerjaannya tidak berjalan sesuai dengan kesepakatan. Dia mendengar, terdapat banyak kendala dari pihak kontraktor. Salah satu penyebab utama yaitu kemampuan keuangan yang sangat terbatas, sehingga tidak mampu melaksanakan pekerjaan dengan optimal.

“Mereka hanya berharap pada pencairan dari uang proyek. Karenanya, tidak mengherankan jika mereka tidak mampu mengejar ketertinggalan progress,” ungkap HRD.

Terkait hal tersebut, menurut HRD, dibutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengadaan barang dan jasa di Kementerian PUPR.

“Kontraktor yang semacam ini, saya yakin tidak hanya terdapat di Bendung Krueng Pase. Tapi, juga di sejumlah proyek lainnya di bawah Kementerian PUPR. Artinya, ada persoalan serius dengan sistem pelelangan yang dipusatkan melalui pintu Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK). Karena itu, kita mendesak untuk dievaluasi sistem dan personel  di BP2JK,” tegas anggota komisi yang bermitra kerja dengan Kementerian PUPR itu.

Sebenarnya, Proyek Rehabilitasi Bendung Krueng Pase, salah satu titik fokus pengawalan HRD. Mengingat, ada ratusan ribu petani yang menggantungkan nasib mereka pada air irigasi tersebut. Ketika mereka tidak bisa turun ke sawah, masyarakat bukan hanya tidak punya beras, tapi juga tidak memiliki penghasilan.

“Sebab, umumnya masyarakat kita bergantung pada sektor pertanian. Nah, aspek kesejahteraan ini sangat erat kaitannya dengan kriminal. Dalam kondisi ini, bisa berdampak juga terhadap meningkatnya aksi kriminal karena kebutuhan utama masyarakat yang tidak terpenuhi,” jelas Bupati Bireuen Periode 2012-2017 ini.

Selain itu, katanya, juga berdampak terhadap pendidikan anak-anak mereka yang selama ini dibiayai dengan penghasilan dari sawah. Artinya, sebut HRD, Bendung Krueng Pase tersebut benar-benar memiliki efek domino dan berfungsi sebagai urat nadi penggerak ekonomi masyarakat di sana.

Lebih lanjut HRD menyampaikan, ada perpanjangan waktu sampai dengan pertengahan tahun 2023 yang diberikan kepada perusahaan pemenang proyek rehabilitasi tersebut. Dirinya mendapatkan informasi, ada perubahan manajemen dari sisi perusahaan untuk mengejar ketertinggalan.

“Semoga dengan perpanjangan waktu dan perubahan manajemen, kita berharap pertengahan tahun ini sudah selesai dikerjakan dan petani kita akan segera turun ke sawah,” harap HRD.

Sekedar diketahui, alokasi anggaran untuk Rehab Bendung D.I. Krueng Pase sebesar Rp56 miliar. PT. Rudi Jaya memenangkan paket tersebut dengan nilai Rp44 miliar. Saat ini, pencairannya sebanyak Rp18 miliar dengan progress fisik sekitar 35 persen.  (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Demi Menjaga Amanah Wakaf, Keuchik Ulee Ceue Desak Audit Independen Yayasan Almuslim Peusangan.

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Keuchik Ulee Ceue, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Azwani, mendesak agar persoalan Yayasan Almuslim Peusangan diselesaikan secara transparan melalui pemeriksaan keuangan...

UNIKI Peringati Maulid Nabi, Momentum Memperkuat Keteladanan Rasulullah dan Berbagi dengan Anak Yatim

0
KABAR BIREUEN, Bireuen – Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) memperkuat nilai keislaman dan kepedulian sosial melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan...

Pemkab Bireuen Gelar Malam Pisah Sambut Danyonif 113/Jaya Sakti, Wabup Razuardi Harapkan Sinergi Terus...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen–Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuadi, M.T. menghadiri acara pisah sambut Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 113/Jaya Sakti dari Letkol Inf. Agus Susanto, S.Sos.,...

Bank Aceh dan BI Provinsi Aceh Luncurkan Soundbox QRIS Dinamis, Jadi Model Kerja Sama...

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh — PT Bank Aceh Syariah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat sinergi dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran melalui...

Buka MTQ ke-38 Kecamatan Makmur, Camat Asrial Vahmi Ajak Masyarakat Perkuat Kecintaan Terhadap Al-Qur’an...

0
KABAR BIREUEN, Makmur – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-38 tingkat Kecamatan Makmur menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun generasi muda...

KABAR POPULER

Sejumlah Keuchik di Jangka Serukan Transparansi Harta Wakaf dan Musyawarah Terbuka demi Masa Depan...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan – Kepedulian terhadap masa depan Yayasan Almuslim Peusangan makin menguat. Sejumlah keuchik di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen mengharapkan proses pergantian kepemimpinan...

Keuchik Paya Aboe Suarakan Transparansi Pengelolaan Harta Wakaf dan Dukung Pergantian Kepemimpinan Yayasan Almuslim...

0
KABAR BIREUEN, Peusangan — Keuchik Paya Aboe, Kecamatan Peusangan, Fajri, S.E., menyuarakan transparansi pengelolaan harta wakaf dan penguatan tata kelola Yayasan Almuslim Peusangan. Ia...

Kapolda Aceh Ungkap Kronologi Pengungkapan Pabrik Sabu di Pidie

0
KABAR BIREUEN, 0‎Pidie — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan, tidak ada kompromi dalam hal pemberantasan narkotika. Ia memastikan penindakan tegas akan dilakukan...

Beredar Isu, Proses Perubahan Akta Notaris Yayasan Almuslim Peusangan Tahun 2022 Kuras Biaya Rp460...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Musyawarah IX Yayasan Almuslim Peusangan (YAP) yang berlangsung di Matangglumpangdua pada 28 November 2020, meninggalkan sejumlah teka teki. Mulai dari...

Keuchik Saipuni Ajak Masyarakat Bersatu Jaga Warisan Ulama dan Masa Depan Yayasan Almuslim Peusangan

0
KABAR BIREUEN, Jangka — Keuchik Bugak Blang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Saipuni, S.Pd.I., mendesak pengelolaan Yayasan Almuslim Peusangan dilakukan secara transparan dan akuntabel, terutama...