KABAR BIREUEN – Klub sepakbola Peusangan Raya FC sudah mempersiapkan diri untuk ikut kompetisi Liga 3 PSSI. Klub yang dikenal dengan “Laskar Ampon Chiek Peusangan” ini sudah mendaftar ke PSSI.
Hal itu dikemukakan Pembina Peusangan Raya FC, Dr H. Amiruddin Idris, SE MSi pada acara silaturrahmi pengurus dengan pemain Peusangan Raya FC di HAI Coffee Matangglumpangdua, Sabtu malam (31/7/2021)
“Jika Kompetisi Liga 3 tahun ini digelar, Peusangan Raya FC sudah siap ikut. Dan sudah didaftarkan ke PSSI,” sebut Amiruddin Idris yang juga anggota DPR Aceh Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Katanya, Peusangan Raya FC bukan milik masyarakat Kecamatan Peusangan, apalagi milik partai tertentu.
“Klub ini milik masyarakat tujuh kecamatan, mulai Kecamatan Gandapura, Makmur, Kutablang, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Jangka dan Peusangan. Malam ini semua hadir mewakili tokoh tujuh kecamatan dan ada anggota DPRK Bireuen dari berbagai partai,” urainya.
Ditambahkannya, selaku pembina skuad Peusangan Raya FC, Wakil Bupati Bireuen periode 2002-2007 ini siap memberi dukungan penuh agar klub kebanggaan masyarakat Peusangan Raya itu bisa naik level ke Liga 2.
“Peusangan Raya ini milik kita bersama dan harus menjadi kebanggaan masyarakat Peusangan Raya khususnya dan masyarakat Kabupaten Bireuen umumnya,” katanya.
Mengenai dengan persiapan tim, tambah mantan Rektor Umuslim ini, para pemain selama ini sudah “digembleng” oleh pelatih yang sudah memegang lisensi nasional, Mulya Saputra.
“Pemain selama ini sudah berlatih di lapangan Cot Buket di bawah asuhan Mulya Saputra. Dan pelatih kita sudah diakui nasional,” imbuhnya.
Ketua Peusangan Raya FC

Acara silaturrahmi yang penuh keakraban itu dihadiri sejumlah anggota DPRK Bireuen, yaitu Dr Athaillah Saleh (Partai Persatuan Pembangunan) Ismail Adam (Partai Keadilan Sejahtera) dan Zulkarnaini atau Zoel Sopan (Partai Aceh)
Pada kesempatan itu, tidak hanya membahas keikutsertaan klub ke Liga 3. Menyangkut dengan kekosongan posisi ketua umum Peusangan Raya FC juga turut dibahas, mengingat Said Fajri yang dipercayakan sebagai ketua umum pada awal pembentukan klub tersebut telah almarhum.
“Jadi kami rasa sudah sepantasnya kita cari penggantinya,” usul Mulya Saputra.
Dan para peserta mengusulkan Zulkarnaini atau Zoel Sopan sebagai ketua, karena politikus Partai Aceh itu sudah berpengalaman sebagai manajer saat membawa klub tersebut ikut Piala Suratin 2019 di Malang.
Meskipun awalnya pendiri LSM SoPan ini menolak karena merasa tidak mampu mengemban amanah sebagai ketua, namun setelah diyakinkan oleh Amiruddin Idris, akhirnya diterima.
“Saya yakin mampu, kami tidak akan meninggalkan Pak Zol sendiri membawa beban ini sebagai ketua,” kata H. Amiruddin Idris meyakinkan Zoel Sopan.
Sementara posisi sekretaris dan bendahara tetap dijabat oleh Muhibuddin dan Zubir. (Rizanur)












