KABAR BIREUEN- Sejumlah keuchik yang wilayahnya masuk dalam rencana pembebasan lahan untuk pembangunan Daerah Irigasi (DI) Aneuk Gajak Rheut, Kecamatan Peudada mengadakan pertemuan dengan Waki, Ketua DPRK Bireuen Drs Muhammad Arif dan Camat Peudada, Zamzami.

Pertemuan tersebut untuk mempercepat proses realisasi rencana pembebasan lahan untuk pembangunan Irigasi Aneuk Gajah Rheut.

Sebagai wakil rakyat, Muhammad Arif harus memastikan serapan anggaran Tahun 2018 dari sumber APBA 2018 untuk pembebasan lahan pembangunan jaringan irigasi tersebut berjalan maksimal dan tanpa kendala.

Hal itu diungkapkannya usai mengikuti pertemuan di sebuah warung kopi di Peudada, Sabtu (13/10/2018) kemarin.

“Saya menghadiri pertemuan tersebut yang  merupakan bagian dari tugas untuk memastikan tak ada kendala apapun terkait pembebaan lahan untuk pembangunan irigasi Aneuk Gajah Rheut. Kita ingin serapan anggaran tercapai sesuai target dan terserap maksimal. Jangan sampai anggaranya mati dan tak bisa digunakan,” jelas politisi PNA ini.

Karena itu, dia berharap semuanya berjalan lancar dan jika ada permasalahn bisa diselesaikan dengan baik dan secepatnya, supaya rencna pebebasan lahan untuk pembangunan irigasi Aneuk Gajah Rheut yang sangat dibutuhkan petani demi kelancaran saat bercocok tanam dan mengairi sawah seluas 2.186 hektare, cepat terealisasi dan tepat waktu.

“Kita juga berharap jika nantinya siapapun pemilik tanah yang tanahnya dibebaskan, maka uang ganti rugi sebaiknya langsung masuk ke rekening atau diserahkan langsung ke pemilik tanahnya langsung,” harap Muhammad Arif.

Sebelumnya memang telah melakukan pematokan tanah pembebasan lahan untuk irigai tersebut.

Sejumlah tanah milik warga di sejumlah desa di sekitar lokasi irigasi Aneuk Gajah Rheut Peudada tersebut memang terkena pembebasan lahan, yaitu, Desa  Cot Keutapang, Meunasah Ikue Alue, Meunasah Tunong, Paya Beunot, Meunasah Bungo, Pulo Ara dan Blang Bati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bireuen, Fadhli ST kepada Kabar Bireuen, Minggu (14/10/2018) menyebutkan, anggaran pembebasan lahan bersumber dari APBA sebesar Rp 35 miliar.

Pembebasan lahan sepanjang 8 km lebih itu sebagian sudah dialksanakan pada tahun 2017 lalu.

“Pembebasan lahan bersumber dari APBA, namun kita diminta bantu. Pada 2017 sudah dibebaskan lahan sepanjang 4 kilometer, sisanya 4,2 km dibebaskan tahun 2018. Sementara proses pembangunan irigasi terus dikerjakan,” sebutnya.

Terkait rekanan pelaksana pembangunan irigasi Aneuk Gajah Rheut, Fadhli mengakui dia tidak mengetahui pasti.

Dari data yang diperoleh Kabar Bireuen https://www.pengadaan.id/tender/detil/16108106–pembangunan-jaringan-irigasi-di-aneuk-gajah-rheut-kab-bireuen-otsus-aceh,pembangunan irigasi tersebut bersumber dari Otsus Aceh 2018 dengan anggaran Rp 35 miliar.

Hasil tender dimenangkan PT.RAMAIJAYA PURNASEJATI yang beralamat di Jalan Tgk Di Blang No 12 Kampung Mulia Banda Aceh.(Ihkwati)