Selasa, 26 Mei 2026

Para Pejuang Bireuen Pertanyakan Penggusuran Tugu Perang Krueng Panjo 

KABAR BIREUEN-Perang Krueng Pajoe 24 Nopember 1945 melawan serdadu Jepang dan Sekutu Nica pasca empat bulan Indonesia merdeka merupakan peristiwa yang paling bersejarah bagi rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

Para pejuang pada masa lalu membangun sebuah monumen (tugu) di lintasan rel kereta api Keude Krueng Panjoe sebagai monumen sejarah kemenangan pasukan API/TKR (Angkatan Pemuda Indonesia/Tentara Keamanan Rakyat) dibawah pimpinan Kapten T Hamzah dan Kepala Staf Divisi V Teuku Hamid Azwar menaklukkan 1000-an serdadu Jepang dibawah pimpinan Mayor Ibihara menyerah kepada API/TKR.

Namun monumen paling bersejarah sudah digusur dari tempat semula akibat di lokasi Monumen sekarang sudah dibangun sederetan ruko. Sedang monumen Perang Krueng Panjoe sudah digusur dicampakkan begitu saja ke belakang deretan ruko.

Dua pejuang kemerdekaan RI A Hadi (90) dan Ishak ( 91), sebagai lasykar rakyat yang terlibat langsung dalam perang Krueng Panjoe bersama API/TKR mengemukakan hal itu kepada Kabar Bireuen saat meninjau ke lokasi monumen Perang Krueng Panjoe, Rabu (9/1/2019).

A Hadi dan Ishak mengaku sangat kecewa terhadap tindakan orang-orang yang dinilai tidak menghargai jasa pejuang begitu mudah melakukan  melakukan penggusuran monumen (tugu) perjuangan.

Enam pejuang lasykar rakyat Krueng Panjoe gugur dalam perang Krueng Panjoe sangat perlu dihormati generasi penerusnya.

“Kami berharap kepada pemerintah Kecamatan Kutablang dan Pemkab Bireuen perlu melakukan penyeldikan terhadap penggusuran menomen Perang Krueng Panjoe, minta dipindahkan kembali ditempat semula,” harap A Hadi.

Dua Batalyon Jepang di Lhokseumawe diperintahklan Komandan  Sekutu  Nica di Medan Brigjen Ted Kelly untuk kembali menduduki Bireuen dan beberapa tempat strategis laiinya untuk melucuti kembali senjara senjata mereka yang telah dirampas rakyat Aceh.

Pegerakan tentara Jepang dengan menumpang kereta api sebelum sampai di Bireuen telah berhasil dihadang empat kompi API/TKR masing-masing dipimpin  Letnan Agus Husin, Letnan TA Hamzani, Letnan Nyak Do dan Letnan Yusuf Ahmad.

Kesatuan Jepang yang begerak ke Bireuen  terdiri dari Btalalyon-I Resimen-III Infantri dibawah pimpinan Mayor Suzuki yang sebelumnya ditempatkan di Lhokseumawe

Dipilihnya Krueng Panoe sebagai basis penghadangan pasukan Jepang, karena Krueng Panjoe memiliki tanggul bendungan air untuk mengairi persawahan.

Pertempuran sengit antara API/TKR serdadu Jepang berlangsung tiga hari tiga malam 24-26 Nopmber 1945, Pada hari ketiga pimpinan tentara Jepang Mayor Ibihara tak mampu melawan serangan API/TKR dan serangan air bendungan yang dilepas menenggelamnya pasukan Jepang saat berlindung di saluran dan lubang perlindungan.

Mayor Ibihara mengibarkan bendera putih (Jepang) menyerah kalah dengan API/TKR dan Lansykar rakyat. Jepang kembali ke Bireuen ingin untuk melucuti senjata yang sudah dirampas rakyat.

Sebaliknya rakyat yang dipusatkan di Krueng Panjoe berhasil membuat Jepang menyerah kalah dan rakyat berhasil melucuti lagi senjata milik serdadu Jepang.

Akibat kekalahnya Mayor Ibihara akhirnya melakukan Harakiri (bunuh diri). (H.AR Djuli)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

BACA JUGA

KABAR TERBARU

Bupati Bireuen Serahkan Santunan dan Sembako untuk Difabel Jelang Idul Adha

0
KABAR BIREUEN, Bireuen-Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis, ST menyerahkan santunan dan bantuan sembako kepada kaum difabel, Senin, (25/5/2026) di Pendopo setempat. Bantuan yang diserahkan berupa...

UNIKI Siapkan Ujian CAT untuk 1.457 Calon Mahasiswa Baru, Seleksi Digelar Awal Juni

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Islam Kebangsaan Indonesia atau UNIKI mematangkan persiapan pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test...

Terkendala Naik Jenjang Jabatan, APRI Aceh Dorong Pelaksanaan Ukom bagi Penghulu

0
KABAR BIREUEN, Banda Aceh - Menyahuti aspirasi penghulu yang tertahan kenaikan jenjang jabatan, Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Aceh melalukan audiensi...

Sambut Hari Raya Idul Adha, HRD dan PKB Bireuen Bantu Sembako untuk Disabilitas

0
KABAR BIREUEN, Peudada — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), bersama Fraksi PKB DPRK...

APH Dikabarkan Mulai Usut Dugaan Penyimpangan Dana SPP PNPM Jangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Aparat Penegak Hukum (APH) dikabarkan mulai mengusut dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) pada Program Nasional Pemberdayaan...

KABAR POPULER

Honorarium Imum Syiek, Bilal dan Muadzin Masjid Dinaikkan, Keuchik Tami dan Tgk Ismayadi Apresiasi...

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Anggota DPRK Bireuen dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan Partai Adil Sejahtera (PAS) mengapresiasi kebijakan Bupati Bireuen, Ir H. Mukhlis ST,...

APH Dikabarkan Mulai Usut Dugaan Penyimpangan Dana SPP PNPM Jangka

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Aparat Penegak Hukum (APH) dikabarkan mulai mengusut dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) pada Program Nasional Pemberdayaan...

Ketua PMI Bireuen Apresiasi Bupati Mukhlis Naikkan Honor Imum Syiek, Bilal, dan Muadzin Masjid

0
KABAR BIREUEN, Bireuen - Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., mengapresiasi kebijakan Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang menaikkan honorarium imum...

Sambut Hari Raya Idul Adha, HRD dan PKB Bireuen Bantu Sembako untuk Disabilitas

0
KABAR BIREUEN, Peudada — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud (HRD), bersama Fraksi PKB DPRK...

Ini Juara Delapan Cabang Lomba FLS3N SMP Tingkat Kabupaten Bireuen

0
KABAR BIREUEN, Bireuen- Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tingkat Kabupaten Bireuen Tahun 2026, telah berakhir. Kegiatan yang...