KABAR BIREUEN – Perkembangan kuliner olahan pisang kekinian, makin beragam. Seperti nugget pisang yang diminati hampir semua kalangan, baik anak-anak maupun orang tua. Apalagi tampilannya semakin menarik dengan taburan topping di atasnya.

Berawal dari hobi memasak dan mengolah pisang. Lalu, timbul ide untuk membuka usaha nugget pisang sejak 2018.

Begitu dikisahkan perjalanan usaha yang dilakoni Febriani selaku owner Banda Banana kepada media ini, saat dijumpai di Jalan Pocut Baren, Banda Aceh, Selasa (23/2/2020).

Disebutkannya, nugget pisang memang sudah booming di luar Jawa. Jadi, dia tertarik dengan usaha nugget pisang ini, karena di Banda Aceh belum ada.

Awalnya, Febriani mencoba bikin sendiri dari resep yang dipelajarinya di internet. Kemudian, dia mengembangkan, hingga jadi nugget yang dijualnya seperti sekarang.

“Awalnya saya jual di rumah dengan sistem pre order. Ada yang order baru kita buat. Tetapi sejak saya langsung kasih tester kepada mahasiswa di Unsyiah, umumnya pada tanya di mana bisa pesan,” ungkap Febriani.

Karena banyaknya orderan, sebut alumnus Fakultas Hukum ini, sistem ini jadi ready dengan membuka outlet. Agar tetap hangat di tangan pelanggan, nugget baru digoreng setelah dipesan.

Menurut Febri, respon pasar dan pelanggan sampai sekarang semakin banyak peminatnya. Apalagi, bahan-bahan pendukungnya berkualitas bagus. Pada saat awal buka, diakuinya, memang sempat harus membeli cokelat premium dari Medan.Namun, sekarang sudah tersedia di Banda Aceh.

Dijelaskannya, nugget pisang ini identik memang dengan cokelat. Selain itu, nuggetnya harus lembut dan enak. Cokelatnya juga harus enak.

Kalau dipakai yang biasa, kata dia, rasanya tidak pas. Makanya, di Banda Banana ini dipakai coklat yang bagus yakni coklat premium.

“Di Banda Aceh hanya ada satu outlet yakni di Jalan Pocut Baren. Sedangkan di luar Banda Aceh, ada buka di Tapaktuan, Takengon dan Langsa. Di sini kita ada delapan orang karyawan, yang sebelumnya kita training dulu,” terang Febri.

Menurut wanita asal Medan ini, pada saat awal Covid-19, memang sempat mengalami penurunan penjualan. Namun, bagaimanapun kondisinya, dia bertekad harus tetap bertahan demi menjaga pelanggan.

“Pelanggan mayoritas mahasiswa dengan harga masih terjangkau. Mulai dari harga 15 ribu hingga 30 ribu rupiah.  Produk best seller-nya, nugget cokelat dengan topping keju, dan nugget cokelat dengan aneka topping, seperti Oreo, Milo, Cococrunch dan Oreo kasar,” rincinya.

Selain nugget pisang, di Banda Banana juga tersedia pisang pasir, banana roll dan salad buah. Harapan Febri ke depan, bisa buka cabang lagi dan makin banyak peminatnya. Tentunya, juga dengan pelayanan yang semakin memuaskan. (Wira)